Kabar Internasional – Imam Masjid Indonesia yang Ada di AS, Ditahan Bukan Karena Kriminal

Pemerintah telah menegaskan bahwasannya Daud Rasyid Harus yang merupakan imam Masjid yang ada di New York, telah ditahan oleh pihak imigrasi setempat. Daud yang merupakan Warga Negara Indonesia, telah ditangkap oleh pihak imigrasi Negeri Paman Sam, tak terkait atas kasus kriminal.

“Kasus tersebut memang murni karena adanya masalah imigrasi. Tidak ada sama sekali tujuan kriminal,” ungkap Abdul Kadir Jailani selaku Duta Besar Republik Indonesia yang ada di New York, sebagaimana yang telah dilansir dari CNNIndonesia.com pada Rabu 28/6/2017.

Abdul lalu menjelaskan bahwasannya Daud telah ditahan karena masa berlaku visanya sudah habis tetapi dirinya masih terus berada di Amerika Serikat.

Sebenarnya Daud memasuki Amerika Serikat dengan menggunakan Visa B2, dimana itu merupakan visa kunjungan biasa. Daud masuk Amerika pada bulan Juni 2016. Kemudian dirinya memperoleh visa R – 1, yakni visa yang dipergunakan bagi orang yang tengah melakukan kegiatan keagamaan dalam salah satu lembaga sosial yang berada di Amerika Serikat. Lembaga sosial yang dimaksudkan ialah Masjid Al – Hikmah.

Tetapi pada bulan April 2017, salah satu pengurus dari Masjid Al – Hikmah telah melaporkan pada Dinas Imigrasi Amerika Serikat bahwasannya Daud sudah tak lagi menjabat menjadi imam Masjid.

“Pada saat ini, masjid tengah menghadapi sengketa terkait kepengurusan pada peradilan perdata dan salah satu yang menjadi persoalannya terkait keberadaan Daud Rasyid,” tambah Abdul.

Meski pun persidangan sengketa akan kepengurusan tersebut masih terus berlanjut, serta pihak keimigrasian pun masih terus menindaklanjuti laporan dari pengurus masjid dan melakukan pembatalan visa yang dimiliki oleh Daud.

Semenjak penahanan tersebut terjadi, pihak kedutaan New York pun langsung melakukan komunikasi intensif bersama pihak imigrasi dan Daud. Berdasarkan informasi terakhir, pada Rabu waktu setempat, Daud akan menghadiri sidang keimigrasian.

“Apabila ditangkap seperti ini, maka prosesnya biasanya yang bersangkutan memiliki hak untuk menunjukkan keberatan, tetapi akan memerlukan waktu yang lama. Apabila dirinya mau menerima serta bersedia untuk pulang, maka prosesnya pun bisa dipercepat,” jelas Abdul.

“Semoga pada waktu yang tak lama lagi, pihak yang bersangkutan segera kembali ke tanah air,” pungkas Abdul.

About The Author