Kabar Internasional – Investigasi Terorisme Dilakukan Setelah Pelaku Ditembak Mati Polisi

 

Petugas anti teror Perancis telah meluncurkan penyelidikan setelah seorang pria yang dikenal sebagai petugas keamanan ditembak mati oleh seorang polis. Insiden yang terjadi di kota Paris bagian utara tersebut terjadi ketika sebelum bepergian dari seluruh kota menuju ke bandara Orly, di mana ia terbunuh menyusul perselisihan dengan petugas lain.

Sumber dari kepolisian mengatakan kepada Reuters bahwa penyerang dikatakan sebagai seroang muslim radikal yang muncul dalam daftar pengawasan keamanan. Jaksa anti teror Perancis kemudian menegaskan bahwa penyelidikan telah dibuka atas insiden yang terjadi pada hari Sabtu (18/3) pagi waktu setempat.

Menurut sumber pengadilan yang dikutip oleh Reuters melaporkan bahwa ayah dan saudara laki-laki dari pria yang tewas tersebut telah ditangkap pada hari Sabtu(18/3). Menteri Pertahanan Perancis, Jean-Yves Le Drian mengatakan bahwa penyerangan yang terjadi di Orly menargetkan sebauh patroli yang beranggotakan tiga tentara dari angakatan udara dan salah satunya adalah seorang wanita.

Penyerang sempat bergumul di atas lantai dan mencoba untuk mengambil senjatanya, namun petugas wanita tersebut berhasil menahannya. Dua tentara lain kemudian melepaskan tembakan untuk melindungi dirinya dan para penumpang di bandara.

Para tentara tersebut merupakan bagian dari pasukan khusus Sentinelle, kelompok elit militer yang ditugaskan di seluruh Perancis untuk melindungi situs sensitif setelah serangkaian serangan ekstrimis yang mematikan.

Menteri dalam negeri, Bruno Le Roux, mengatakan bahwa pria yangditembak mati di bandara tersebut terkait dengan insiden perampasan mobil yang sebelumnya terjadi pada hari Sabtu (18/3) di pinggiran utara kota Paris. Dia mengatakan bahwa pria tersebut telah menembak seroang polisi wanita di sebuah pos pemeriksaan lalu lintas rutin sebelum kemudian pergi meninggalkan lokasi dan mencuri mobil di bawah todongan senjata.

LE Roux mengatakan bahwa petugas tersebut tidak mengalami luka yang parah, dan ia menegaskan bahwa pria bersenjata tersebut diketahui sebelumnya oleh kepolisian dan badan intelijen Perancis.

Calon Presiden Perancis, Emmanuel Macron turut melontarkan rasa belasungkawa kepada pasukan yang terlibat dalam operasi Sentinelle. Ia mengatakan dalam pidatonya di Paris bahwa tentara mengalami serangan di bandara Orly, dan sekali lagi berhasil menunjukkan ketenangan dan profesionalisme.

Be Sociable, Share!