Kabar Internasional – Iran Mengikuti Jejak Korut, Buat Rudal Penghancur Jet Tempur

 

Iran telah mengumumkan peluncuran dari lini produksi peluru kendali paling baru pada Sabsu 22/7/2017 waktu setempat. Ditengah memanasnya hubungan diantara Teheran dengan Washington, justru mereka telah mengumumkan hal itu.

Sebagaimana yang telah dilansir dari Reuters, Kementerian Pertahanan Iran telah menyebutkan pabiala misil dengan nama Sayyad 3 tersebut mampu mencapai ketinggian 27 kilometer serta menjangkau jarak hingga 120 kilometer.

“Misil ini mampu menargetkan jet tempur, helikopter, pesawat nirawak dan rudal penjelajah,” ujar Hossein Dehghan selaku Menteri Pertahanan Iran ketika upacara peluncuran misil di Teheran.

Pada upacara tersebut, Deghan pun mengatakan apabila kesepakatan jual beli senjata diantara Amerika Serikat dan Arab Saudi serta kunjungan Trump ke Riyadh pada bulan Mei yang lalu, telah dianggap sebagai sebuah ancaman bagi Iran.

“Baru – baru ini kita telah menyaksikan pembelian senjata secara besar – besaran oleh sejumlah negara dari Amerika Serikat. Mereka akan membawa senjata tersebut menuju kawasan guna mengancam Iran,” imbuh Dehghan.

Pada pekan lalu, Amerika Serikat pun menjatuhkan sanksi terbaru terhadap Iran dari program rudal balistik negara itu serta mengatakannnya dengan Aksi Teheran yang Merusak di Timur Tengah. Hal itu juga telah menghancurkan upaya positif atas Perjanjian Nuklir Iran 2015.

Atas sanksi terbaru dari Negeri Paman Sam tersebut, telah menunjukkan apabila pemerintahan Donald Trump sudah mencari cara yang lain untuk bisa menekan Iran. Selain itu, AS juga terus berupaya untuk mepertahankan kesepakatan diantara Teheran bersama enam negara adidaya guna mengekang program nuklir, untuk pengangkatan sanksi finansial serta perdagangan minyak.

Pemerintah Amerika Serikat pun mengatakan apabila pada saat ini mereka sedang menargetkan 18 entitas dan individu yang sudah mereka anggap sebagai pemberi dukungan atas penghasutan serta aktivitas kriminas transnasional Iran. Pemerintah pun terus melakukan penyelidikan.

Mereka pun yang sudah dijatuhi sanksi merasa tidak percaya sudah memberikan bantuan terhadap militer Iran maupun Korps Pengawal Revolusi Islam serta mengembangkan pesawat nirawak dan juga fasilitas militer, dimana diantaranya dengan memproduksi kapal serta menyediakan komponen elektronik.

Be Sociable, Share!