Kabar Internasional – ISIS Serukan Serangan Teror pada Bulan Ramadhan Melalui Telegram

Sebuah pesan audio telah dibuat oleh jubir ISIS sudah tersebar. Pesan tersebut berisikan ajakan bagi para pengikut serta simpatisan dari kelompok teroris tersebut, untuk meluncuran serangan pada sejumlah negara. Negara yang telah dimaksudkan seperti Autralia, Irak, Fipilina, Iran, Suriah, Amerika Serikat, Rusia dan Eropa selama bulan suci Ramadhan ini.

Rekaman suara itu dilaporkan telah disebarluarkan pada hari Senin 12/6/2017 saluran Telegram milik kelompok binaan dai Abu Bakr Al – Baghdadi tersebut. Pesan itu telah mengatasnamanakan Abi Al – Hassan Al – Muhajer selaku juru Bicara ISIS.

“Wahai para singa Mosul, Tal Afar dan Raqqa. Tuhan memberkati tangan serta wajah yang bercahaya tersebut, yang bertanggungjawab dalam melawan orang – orang yang telah menolak dan murtad,” ungkap Al – Muhajer pada rekaman tersebut.

“Pada saudara – saudara seiman serta seagama di Eropa, Autralia, Rusia, Amerika serta negara yang lainnya. Saudara – saudara di negara kalian sudah berhasil melakukan (teror) dengan baik jadi anggaplah mereka itu sebagai panutan agar melakukan hal yang sama,” imbuh pesan suara itu, sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com pada Selasa 13/6/2017.

Meski pun demikian, sampai dengan saat ini keaslian dari rekaman suara tersebut masih belum bisa untuk diverifikasi dengan independen. Tetapi sura rekaman itu telah dilaporkan seperti suara dari Al – Muhajer pada pesan audio ISIS yang sebelumnya pernah juga terungkap.

Semenjak memasuki bulan Ramadhan pada akhir Mei yang lalu, ISIS memang sudah menggencarkan serangan pada berbagai belahan dunia. Pada minggu terakhir bulan Mei, Inggris sempat diguncang dengan teror bom yang meledak pada Manchester Arena. Bom tersebut telah meledak pada konser penyayi POP dari Amerika Serikat, Ariana Grande dan menewaskan sedikitnya 22 orang. Tidak berselang lama setelah bom meledak, ISIS pun mengklaim serangan teror kedua yang terjadi di Inggris dalam tahun 2017 tersebut.

Hanya berselang satu hari kemudian, ada serangan bom bunuh diri yang terjadi di Tanah Air, tepatnya di Kampung Melayu Jakarta. Atas kejadian itu, telah menewaskan lima orang, termasuk juga pelaku pemboman. Kedua peristiwa itu, lantas dikaitkan dengan satu sama lainnya.

Juga pada akhir Mei, bentrokan pecah di Filipina. Militer serta kelompok pemberontak Maute telah bentrok di Marawi, kota di selatan Filipina. Pertempuran yang terjadi selama tiga pekan tersebut, akhirnya telah diklaim oleh militer Filipina apabila mereka berhasil menduduki 80 % wilayah yang ada di Marawi, sehingga menyudutkan kelompok yang berafiliasi ISIS itu. Ratusan nyawa melayang karena bentrokan tersebut.

Inggris kembali telah diguncang teror ketika 8 orang tewas pada insiden yang terjadi di Jembatan London serta Borough Market di hari Sabtu 3/6/2017. Teror itu pun tidak luput dari klaim ISIS. Empat hari berselang, kelompok teroris juga menyerang Iran. Bom mobil di gedung perlemen telah menewaskan 17 orang.

About The Author