Kabar Internasional – Istri Assad, Ibu Negara yang Telah Didesak Lepas Status Warga Negara Inggris

 

Jagat maya tengah gempar saat Asma Al – Assad, yang merupakan istri Presiden Suriah saat ini, Bashar Al – Assad, telah mengunggah foronya saat memeluk anak serta ibu yang merupakan korban perang Aleppo. Foto tersebut langsung jadi buah bibir sebab berdasarkan keterangan dari masyarakat internasional, anak serta ibu itu sebenarnya korban atas kekejaman dari rezim suaminya sendiri.

Tetapi, berdasarkan keterangan dalam foto tersebut, Asma justru telah memuja rezim dari suaminya yang menurut dirinya telah menorehkan sebuah sejarah atas pertumpahan darah yang berlangsung di Aleppo tersebut.

“Di sepanjang hidup, memang kita ini selalu diajarkan bahwasannya sejarah telah ditulis sang penguasa. Tetapi di Suriah, justru sejarah telah dituliskan oleh orang yang benar, bersama darah semua warga Suriah. Darah tersebut begitu suci serta hanya ditumpahkan bago orang yang benar serta oleh orang yang benar,” sebagaimana yang telah dituliskan oleh Asma sebagaimana yang telah dikutip dari CNN.

Nama ibu negara Suriah tersebut semakin melejit saat didesak supaya melepas status kewarganegaraan Inggris yang sudah tersemat kepada dirinya, sebab sudah lahir di negeri Ratu Elisabet tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Tom Brake selaku jubir luar negeri Partai Demokrat Liberal Inggris, sikap Asma itu sama sekali tak mencerminkan akan nilai – nilai yang telah dijunjung oleh Inggris, yang merupakan tanah kelahirannya.

“Pemerintah memang berhak untuk mencabut kewarganegaraan dari seseorang apabila berkaitan dengan kebaikan publik sebab orang tersebut tidak mencerminkan kepentingan Inggris,” ungkap Brake sebagaimana yang telah dikutip dari The Independent.

Asma memang lahir di London pada tahun 1975. Asma merupakan gadis yang terpelajar. Dirinya berada dibawah asuhan ayah yang merupakan dokter ahli jantung. Ayah Asma merupakan orang asli Suriah serta ibunya merupakan diplomat dari Kedutaan Besar Suriah untuk Inggris.

Sebagai keluarga yang terpandang, Asma telah bersekolah pada Queen’s College yang merupakan salah satu sekolah privat di Inggris. Kemudian dirinya melanjutkan sekolah pada King’s College yang akhirnya bekerja pada JP Morgan di Mahattan.

Asma pun terus menjalani jalan hidupnya dengan gemilang sampai akhirnya dirinya telah diterima pada Universitas Harvard. Tetapi, Asma tidak sempat untuk mengecap pendidikan pada universitas bergengsi itu dikarenakan dirinya kembali ke Suriah.

Be Sociable, Share!