Kabar Internasional – Jaringan Prostitusi Internasional tertangkap di Malaysia, Ada Pula dari Indonesia

 

Petugas imigrasi Malaysia telah menyerbu sebuah apartemen dengan keamanan tinggi yang berada di kawasan George Town, Malaysia. Pada razia tersebut, pihak otoritas keamanan Malaysia berhasil menemukan jaringan prostitusi internasional.

Berdasarkan penggerebekan tersebut, pihak kepolisian berhasil menahan 16 perempuan berkebangsaan Uzbekistan, dua orang warga Vietnam serta seorang warga Indonesia yang berusia 17 sampai dengan 38 tahun.

Sebagaimana yang telah dikutip dari Asia One pada Sabtu 11/2/2017, ada tiga orang warga lokal yang diduga sebagai mucikari telah ditangkap pada saat penggerebekan.

Datuk Seri Mustafar Ali selaku Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia telah menyebutkan bahwa sindikat ini sudah mengambil tempat pada apartemen yang memang memiliki keamanan tingkat tinggi yang berada di Malaysia.

“Sindikat tersebut telah bersembunyi pada sebuah keamanan yang ketat yang tujuannya supaya jaringan tersebut tidak gampang tertangkap sebab kebijakan dari apartemen  itu memang begitu ketat pengamanannya pada setiap pengunjung yang datang,” imbuhnya.

Mustafar juga menambahkan bahwa pihaknya pun meyakini bahwa lingkaran prostitusi ini telah berjalan dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini. Dalam menawarkan jasa layanan seks, mereka pun telah menggunakan aplikasi media sosial yang bernama WeChat.

Berdasarkan pada hasil pemerikaan, sejumlah perempuan tersebut masuk dengan menggunakan visa liburan. Sementara itu, ada pula yang telah masuk Malaysia secara ilegal sebab tak ditemukan adanya dokumen tinggal serta bekerja pada Negeri Jiran tersebut.

“Kami telah mengamankan semua warga asing menuju sel tahanan. Pihak kami juga masih terus melakukan penyelidikan pada kasus ini,” tambahnya.

Mustafar juga menyebutkan bahwa para pelanggan harus mengeluarkan biaya sebesar 240 ringgit atau setara dengan Rp 720 ribu untuk wanita dari Asia serta 350 ringgit untuk membayar perempuan dari Uzbekistan.

Pihak berwenang pun juga telah menyita dua buah mobil Proton Eora dan Mercedez Benz pada saat proses penggerebekan itu terjadi. Semua tersangka telah diselidiki sebab tidak hanya melakukan pelanggaran terkait imigrasi, tetapi juga diduga kuat telah terlibat dalam kasus perdagangan manusia.

Be Sociable, Share!