Kabar Internasional – Jokowi Menghadiri KTT ASEAN di Manila

Presiden Joko WIdodo telah menghadiri acara Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN ke 30 yang berlangsung di Manila, Filipina pada hari Sabtu 29/4/2017. Presiden Jokowi bersama dengan rombongannya, telah menuju PICC atau Philippine Internasional Convention Center, Manila guna mengikuti pembukaan acara KTT ASEAN pada pukul 10:00 waktu setempat.

Presiden Joko Widodo juga akan melakukan serangkaian agenda pada KTT ASEAN yang ke 30 ini. Agenda tersebut dimulai dari menghadiri siding pleno, dilanjut sesi foto dengan para pemimpin Negara ASEAN dan juga penandatanganan Deklarasi ASEAN.

 Sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia, pada Sabtu pagi waktu setempat, Presiden Joko Widodo akan terlebih dahulu menjalani pertemuan bilateral bersama Aung San Su Kyi, selaku penasehat dari Myanmar. Pertemuan tersebut akan berlangsung di Hotel SofiteI Philippine Plaza.

Selanjutnya, KTT ASEAN ke 30 akan ditutup pada sore harinya, dimana salah satu hal yang akan dirampungkan ielah instrument akan perlindungan buruh migran yang telah tertuang pada Deklarasi ASEAN terkait Perlindungan serta Pemajuan Hak – Hak Pekerja Migran di tahun 2007.

Jose Antonio Tavares selaku Direktur Jendral Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pada awal minggu lalu di Jakarta telah mengungkapkan bahwasannya pembahasan terkait dengan buruh migran memang akan selalu berjalan dengan alot serta berbuntut deadlock dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini. Yang menjadi penyebabnya ialah sejumlah Negara di ASEAN memang masih memperdebatkan supaya deklarasi ini mampu mengikat secara hukup agar bisa memberikan pengaruh dengan maksimal.

“Intrumen ini telah menjadi salah satu yang paling penting bagi Indonesia. Hal itu karena ada kurang lebih 6,7 juga dari buruh migrant yang berada di ASEAN ini, 2,5 juta atau dua pertiganya berasal dari Indonesia,” jelas Jose.

Terkait atas isu tersebut, KTT ASEAN pada saat ini pun ikut membahas terkait sejumlah isu keamanan pada kawasan, termasuk pula sengketa pada Laut China Selatan beserta situasi yang tengah berlangsung pada Semenanjung Korea. Perselisihan antara Korea Selatan, Korea Utara, ujicoba nuklir serta sejumlah isu hangat lainnya pun juga terus dibahas.

About The Author