Kabar Internasional – Kazakhstan: Pelaku Teror Rusia Berasal dari Asia Tengah

Pejabat keamanan senior dari Kazakhstan telah menyebutkan bila seorang warga Rusia dari Asia Tengah sudah diduga ada dibalik serangan terror yang terjadi di Saint Petersburg. Proses penyelidikan pun sampai dengan saat ini masih terus dilakukan.

Komite Keamanan Nasional Kazakhstan telah bekerja sama bersama keamanan Rusia serta bertukar informasi pada penyidikan yang terkait atas serangan yang telah menewaskan 11 orang tersebut. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Nurgali Bilisibekov selaku Wakil Ketua KNB, dikutip dari Reuters pada Selasa 4/4/2017.

Pada laporan terpisah, salah seorang sumber yang berada pada kalangan penegak hukum telah berdasarkan informasi awal, telah menyebutkan apabila insiden ledakan tersebut merupakan serangan yang telah dilakukan pelaku bom bunuh diri tersebut.

Sumber itu juga telah mengatakan pada kantor berita Interfax bahwasannya otoritas telah mengetahui identitas dari pelaku bom bunuh diri yang telah dimaksudkan. Dirinya merupakan seorang pria berusia 23 tahun yang berasal dari Asia Tengah serta telah membawa bahan peledak pada ranselnya.

Sementara itu, berdasarkan sumber yang telah dikutip dari Sputnik juga telah menyebutkan apabila jenazah seseorang yang berasal dari Asia Tengah tersebut, telah ditemukan pada sekitar lokasi ledakan yang terjadi pada stasiun bawah tanah. Tetapi, masih terlalu dini untuk bisa menyimpulkan apabila dirinya merupakan pelaku bom bunuh diri.

“Memang jenazah pria yang berasal dari Asia Tengah ini telah ditemukan pada lokasi yang mungkin telah menjadi pusat ledakan. Tetapi, masih terlalu dini bila menyebutnya sebagai pelaku bom bunuh diri,” ungkap sumber tersebut.

Dirinya pun mengatakan apabila para penyidik masih terus mempertimbangkan segala kemungkinan yang mungkin bisa terjadi. Sampai dengan saat ini, masih belum juga ada pernyataan resmi yang datang dari pemerintah terkait atas pelaku insiden yang hingga saat ini tengah menyelidiki aksi terror tersebut.

“Alasan dari ledakan ini memang masih belum diketahui. Sehingga, masih terlalu awal apabila berbicara terkait dengan hal tersebut. Investigasi pun nantinya akan menunjukkan apakah yang sebenarnya telah terjadi,” kata Vladin Putin selaku Presiden Rusia.

“Kami masih akan mempertimbangkan sejumlah kemungkinan, baik criminal dan domestic, hingga insiden teroris,” imbuhnya.

Selain telah menewaskan setidaknya 11 orang, pada serangan tersebut juga telah melukai 51 orang yang lainnya. Pada laporan semula telah dilaporkan bahwasannya sudah ada 2 ledakan yang telah mengakibatkan adanya kerusakan parah pada lokasi kejadian. Tetapi, belakangan telah diketahui bahwasannya hanya ada sekali ledakan saja. Sedangkan satu bom yang lainnya dengan daya ledak yang lebih besar, sudah berhasil dijinakkan.

About The Author