Kabar Internasional – Keluarga Korban Pembunuhan Ajukan Tuntutan Hukum Melawan Kepolisian

Keluarga dari jurnalis Malta, Daphne Caruana Galizia yang terbunuh, yang merupakan seorang pengkritik korupsi di negara tersebut, mengambil tindakan hukum. Tindakan hukum tersebut diajukan terhadap pihak kepolisian karena diduga gagal memastikan penyelidikan pembunuhannya untuk tidak memihak dan independen.

Caruana Galizia terbunuh pada tanggal 16 Oktober yang lalu setelah mobil sewaannya hancur oleh alat peledak yang hebat.

Keluarganya menuntut kepala polisi Malta karena penyelidikan sedang diawasi oleh seorang perwira senior yang menikahi seorang menteri di pemerintahan, dan yang merupakan subjek laporan kritis oleh Caruana Galizia.

Pengacara yang bertindak untuk keluarga tersebut menulis surat kepada komisaris polisi pada akhir pekan menuntut agar wakilnya, Silvio Valletta, dikeluarkan dari kasus tersebut dalam tiga hari. Setelah tidak mendapat tanggapan, mereka mengajukan tuntutan hukum pada hari Rabu (22/11) di pengadilan konstitusional Malta yang meminta penghapusannya.

Valletta menikah dengan Justyne Caruana (tidak ada hubungannya dengan jurnalis), yang dipromosikan oleh perdana menteri, Joseph Muscat, untuk melayani pulau Gozo pada bulan Juni.

Di bawah konvensi Eropa tentang hak asasi manusia, negara-negara berkewajiban menjalankan investigasi independen dan obyektif terhadap pembunuhan.

“Keterlibatan wakil komisaris, Silvio Valletta, melanggar independensi dan ketidakberpihakan setiap investigasi atas hilangnya nyawa,” kata keluarga tersebut mengklaim dalam melakukan tuntutan di pengadilan.

Mereka menuduh polisi tidak memberitahukan progres dari penyelidikan mereka. Pengajuan tuntutan ke pengadilan tersebut mengklaim bahwa pembunuhan Caruana Galizia adalah “pembunuhan terarah” seorang jurnalis yang pekerjaannya terfokus pada politisi yang merupakan anggota kabinet yang sama dengan istri wakil komisaris.

Ada klaim bahwa wartawan tersebut telah menemukan tindakan “korupsi, kriminalitas, konflik kepentingan dan kegagalan etika dalam pengambilan keputusan” oleh politisi dan rekan mereka.

Dia juga mengkritik kegagalan agen anti-pencucian uang Malta, Financial Intelligence Analysis Unit, untuk mengambil tindakan atas tuduhan. Valletta bertugas di dewan FIAU, sebuah fakta yang disoroti oleh Caruana Galizia di bulan Mei.

Departemen kepolisian tidak menanggapi pertanyaan tentang manfaat klaim hukum atau apakah pekerjaan Valletta mengenai kasus tersebut mengancam independensi penyelidikan tersebut. Caruana mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diemailkan kepada The Guardian bahwa dia tidak akan mengomentari klaim hukum keluarga tersebut atau siapa yang harus menyelidiki kasus ini.

About The Author

Reply