Kabar Internasional – Kemenangan Emmanuel Macron Merupakan Untuk Mengubah Perancis

 

Presiden terpilih Perancis, Emmanuel Macron, telah memulai pertarungan untuk memenangkan kursi maoritas parlemen dalam pemilihan legislatif bulan depan. Sebuah langkah penting berikutnya agar dia mampu untuk membuktikan janji kebijakan pro bisninya, termasuk melonggarkan peraturan ketan tentang undang-undang ketenagakerjaan Perancis.

Mantan menteri Ekonomi Perancis, yang tidak pernah memegang jabatan terpilih dan tidak memiliki  mesin dari partai besar di belakangnya, segera mengubah citra gerakan politiknya yang masih muda untuk mencalonkan kandidat di setiap konstituen di Perancis dalam pemilihan parlemen yang rumit.

Macron memenangkan sebuah kemenangan yang menentukan pada hari Minggu (7/5) malam waktu setempat dengan perolehan lebih dari 66% suara melawan Marine Le Pen yang memperoleh 33,9% suara. Peritel Pro Eropa tersebut akan mulai bertugas pada tanggal 14 Mei mendatang dengan harapan mampu merombak sistem politik dan menulis undang-undang perburuhan dengan harapan menurunkan pengangguran massa di sebuah negara yang masih berjuang dengan pertumbuhan ekonomi yang lemah.

Namun kunci kepresidennya terletak pada pemilihan legislatif dua putaran pada tanggal 11 dan 18 Juni mendatang. Hanya dengan dukungan mayoritas parlemen dan seorang perdana menteri yang terpilih, Macron dapat menerapkan strategi yang dia klaim akan membebakan ekonomu lesu dan menciptakan lapangan pekerjaan. Jika dia tidak memenangkan mayoritas secara mutlak, tangannya akan terikat dan dia akan beresiko menjadi pemimpin boneka, yang ditekan menjadi bentuk pemerintahan koalisi, tidak dapat memberlakukan rencana untuk meredakan birokrasi untuk bisnis dan meningkatkan perlindungan kesejahteraan untuk bekerja dengan timnya sendiri.

Richard Ferrand, sekretaris jenderal gerakan politik politik yang memilih netral mengatakan bahwa pemilihan parlemenen merupakan fase kedua dalam kemenangan presiden Macron.

Dia mengatakan bahwa pengelompokan baru Macron akan melibatkan kandidat parlemen di semua 577 kuris. Sebagai bagian dari dorongan Macron untuk mengubah wajah dari apa yang disebut dengan kelelahan dan kehampaan politik di Perancis, separuh dari kandidat tersebut berasal dari masyarakat sipil dan merupakan wajah-wajah baru di panggung politik di negara Perancis. Setengah dari kandidat tersebut adalah wanita. Daftar lengkap dari kandidat-kandidat tersebut akan diumumkan pada hari Kamis (11/5) pekan ini.

Be Sociable, Share!