Kabar Internasional – Kemlu Sebutkan Ratusan TKI Telah Disekap, Tidak Terdaftar di BNP2TKI

 

Kementerian Luar Negeri telah menyebutkan apabila Al – Jeraisy selaku agen perekrutan pekerja imigran yang sudah menyalurkan ratusan orang tenaga kerja Indonesia yang telah diduga disekap di Riyadh, Arab Saudi, adalah perusahaan besar.

“Perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan besar yang ada di Arab Saudi. Mereka seperti perusahaan yang telah merekrut pekerja outsourcing dimana mereka bisaa merekrut pekerja yang datang dari mana saja, termasuk juga dari Indonesia,” ungkap Lalu Muhammad Iqbal selaku Direktur Perlindungan WNI & Bantuan Hukum Kemlu Republik Indonesia ketika ditemui pada Gedung Kemlu Republik Indonesia di Jakarta pada Kamis 6/4/2017.

“Perusahaan tersebut telah memiliki jatak blok visa yang berasal dari Kedubes Saudi yang berada di Indonesia guna mendatangkan sekitar 1.200 TKI. Namun, dari total slot itu, mereka baru saja berhasil mendatangkan 152 TKI menuju kesana. Sehingga, bisa dipastikan apabila jumlah TKI pada kasus ini tidak sampai 300 orang,” imbuh Iqbal.

Iqbal juga telah menuturkan apabila secara umum, kasus tersebut merupakan kasus penempatan Tenaga Kerja Indonesia yang tidak sesuai dengan prosedur. Hal itu terjadi karena pihak Al – Jeraisy tak mempunyai rujukan terlebih dulu pada KBRI yang berada di Riyadh guna bisa merekrut serta menyalurkan TKI di sana.

Tidak hanya itu saja, perusahaan tersebut juga telah mendatangkan TKI yang tak terdaftar pada BNP2TKI. Oleh sebab itu, ada bukti yang kuat, Kemlu pun bisa melaporkan tindakan dari perusahaan tersebut pada otoritas setempat serta meminta supaya Arab Saudi menangguhkan operasi dari Al – Jeraisy.

“Apabila perusahaan tersebut berkeinginan untuk merekrut pekerja Indonesia, maka seharusnya meraka itu meminta endorsement terlebih dahulu pada perwakilan RI yang berada di sana. Ini mereka justru telah merekrut langsung TKI dengan melalui perusahaan yang berada di Indonesia. Perusahaan yang berkerja sama pun tidak jelas,” tutur Iqbal.

Iqbal juga menjelaskan apabila pada TKI itu hanya menyebutkan apabila perusahaan hanya mengurus visa mereka saja.
“Tidak ada keterangan, siapakah individu mau pun perusahaan yang telah mengirimkan mereka itu,” pungkas Iqbal.

Kabar penyekapan TKI tersebut telah muncul setelah ada 6 TKI yang telah kabur dari majikannya. TKI yang telah dipulangkan tersebut, sebelumnya telah meminta perlindungan kepada KBRI yang berada di Riyadh.

Be Sociable, Share!