Kabar Internasional – Kepala Intelejen Amerika Berjanji Mengungkap Motif Peretasan Putin

 

Kepala Intelejen Amerika Serikat berjanji akan menjelaskan alasan terkait dengan tuduhan kepada Rusia. Rusia dituduh telah mencampuri pemilih pada saat pemilihan Presiden Amerika Serikat, beberapa minggu yang lalu.

Jenderal James Clapper selaku Direktur Intelijen Nasional telah mengatakan bahwasannya Vladimir Putin selaku Presiden Rusia, telah memerintahkan peretasan pada email Partai Demokrat. Namun apa yang menjadi motif dari peretasan tersebut, masih akan diungkapkan pada pekan depan.

Sebenarnya Rusia telah membantah keterlibatannya, tetapi Amerika Serikat telah mengumumkan bahwasannya telah menjatuhkan sanksi pada pejabat Rusia. Presiden Amerika terpilih, Donald Trump akan segera mendapatkan briefing terkait dengan perentasan itu pada hari ini.

Sejumlah direktur Intelejen akan memberikan penjelasan terkait dengan laporan tersebut. Sebelumnya, penjelasan tersebut telah diberitahukan pada Presiden Amerika Serikat saat ini, Barack Obama pada Kamis 5/1/2016 terkait dengan campur tangan pihak asing.

Versi publiknya baru akan dibuka pada pekan depan.

Sejumlah pejabat teras di Intelejen Amerika Serikat seudah memberikan kesaksian pada hari Kamis 5/1/2017 pada Komite Kesatuan Bersenjata yang berlangsung di Senat yang tengah melakukan penyelidikan terkait campur tangan dari pihak asing tersebut.

Berdasarkan penilaian meraka, Moskow telah ikut terlibat dalam membantu Presiden Terpilih, Donald Trump. Moskow diduga telah membantu kandidat dari Partai Republik tersebut, dalam mengalahkan Hillary Clinton, kandidat dari Partai Demokrat.

Ketika ditanya anggota Kongres, apa mereka akan menyebutkan motivasi Putin? Clapper pun mengatakan, “Iyam kami akan memberikan penjelasan terkait dengan motifnya.”

Clapper juga telah menyebutkan bahwa upaya dari Rusia tersebut, telah dilakukan dengan kampanye pada banyak tahapan. Dimana telah menggunakan propaganda klasik, disinformasi serta berita bohong.

“Rusia merupakan aktor siber yang memiliki kemampuan lengkap dan mampu menjadi ancaman yang besar untuk pemerintah, diplomasi, militer, komersil serta infrastruktur penting Amerika Serikat,” sebagaimana pernyataan dalam kesaksian gabungan.

Pernyataan tersebut telah dituliskan oleh Clapper, Pejabat Tinggi Kemeterian Pertahanan bagi Intelejen, Marcel Lettre serta Direktur Badan Keamanan Nasional, Admiral Michael Rogers.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, pada akhir bulan Desember lalu telah merilis laporan public yang telah mendukung tuduhan bahwasannya pemerintah Rusia sudah dengan sengaja membantu dalam proses kampanye dari Trump. Bahkan Admintrasi Obama, sudah mengusir 35 diplomat Rusia serta menutup dua lokasi yang telah disebutkan telah dipergunakan oleh intelijen Rusia.

Be Sociable, Share!