Kabar Internasional – Kini Burger Erdogan Bisa Dibeli Kembali

Berasal dari manajer salah satu restoren burger yang terletak ada di kota Koln, Jerman di ketahui kembali untuk menjual Burger Erdogan setelah sudah sempat untuk di tutup karena mendapatkan ancaman berasal dari kelompok-kelompok yang di duga menjadi pendukung presiden Turki. Dalam kabar yang ada, Restoran Urban Burger sudah di bukan kembali berada di hari Rabu (11/5/16) terang dari sang manajernya yang bernama Joerg Tiemann.

Sampai saat ini burger yang namanya sudah di ambil berasal dari nama presiden negara Turki, yaitu Recep Tayyip Erdogan, yang sudah terbkti menjadi menu yang sangat populer. Tiemann yang baru saja menyebutkan bahwa penjualan dari burger Erdogan sudah sumbangkan sampai sekitaran 75 persen dari seluruh pemasukan restoran.

“Kami nantinya bisa menjual selama konsumen bisa terus membutuhkannya atau sampai dari presiden Recep Tayyip Erdogan bisa turun dari jabatannya,” ujar dari Tiemann menerangkan lebih terang lagi.

Menyebutkan kepada laman media BBC, dirinya menyebutkan bahwa burger yang sudah di lengkapi dengan keju kambing ini menjadi salah satu jawaban satire kepada presiden Recep Tayyip Erdogan.

Dengan menggunakan keju kambing tersebut, adalah bentuk sikap dari Recep Tayyip Erdogan yang marah di saat dari pelawak berasal dari Jerman yang bernama Jan Boehmermann memberikan sindiran kepada dirinya dengan puisi yang berisi tentang referensi hubungan seks dan juga domba. Kini presiden Turki tersebut yang telah di nilai terlalu berlebihan untuk memberikan respon akan hal-hal yang di nilai memberikan penghinaan akan dirinya.

Tiemann menyebutkan bahwa dirinya jual burger itu menjadi bentuk protes dan juga bentuk suatu solidaritas akan dua wartawan dari Turki berasal dari surat kabar Cumhuriyet, yang di saat ini sudah di masukkan berada di dalam penjaran pada tanggal 6 Mei silam.

Mereka telah mendapatkan hukuman setelah dari surat kabar itu memberikan laporan kalau pihak Turki telah mengirim senjata kepada kelompok pejuang pemberontak Suriah.

About The Author