Kabar Internasional – Koalisi Pimpinan Saudi Sambut Baik Tawaran dari Yaman

Koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman menyambut baik tawaran pembicaraan oleh mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang pasukannya telah berperang melawannya. Sebuah pernyataan koalisi mengatakan keputusan untuk memimpin dan berpihak kepada rakyat mereka akan membebaskan Yaman dari milisi yang setia kepada Iran.

Saleh mengatakan bahwa dia akan siap untuk membalik halaman jika koalisi tersebut mencabut blokade dan menghentikan serangannya. Tapi pemberontak Houthi, sekutunya sampai minggu ini, menuduhnya telah melakukan pengkhianatan.

Pemimpin kelompok tersebut, Abdul Malik al-Houthi, menuduh Saleh bersekutu dengan orang Saudi, sebuah posisi yang dia katakan mencurigakan, tapi sekarang sangat mencolok.

“Jangan dilanjutkan, tindakan ini adalah tindakan pengkhianatan, malu pada mereka, ini memalukan,” katanya.

Bentrokan antara pasukan Saleh dan pejuang Houthi telah terjadi selama berhari-hari di ibukota, Sanaa. Kelompok bantuan mengatakan puluhan orang telah terbunuh dan ratusan lainnya luka-luka.

Houthi didukung oleh Iran namun telah menjadi sekutu dari Saleh untuk melawan pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi yang diakui secara internasional sejak tahun 2014.

“Saya memanggil saudara-saudara di negara-negara tetangga dan aliansi untuk menghentikan agresi mereka, mengangkat blokade, membuka bandara dan mengizinkan bantuan makanan dan menyelamatkan orang-orang yang terluka dan kami akan mengubah sebuah halaman baru berdasarkan kedekatan kami,” kata Saleh mengatakan dalam pidato di televisi.

Dia menambahkan: “Kami akan menangani mereka dengan cara yang positif dan apa yang terjadi dengan Yaman sudah cukup.”

Presiden Hadi juga menyambut baik pernyataan tersebut, mengatakan bahwa dia siap untuk bekerja dengan Saleh melawan Huthi.

Dia mendesak mengubah sebuah halaman baru dengan semua sisi politik dan untuk membentuk sebuah koalisi nasional yang luas yang akan meletakkan fondasi untuk era baru dan menyatukan semua orang terhadap milisi kudeta.

Namun, Houthi dengan keras keberatan dengan ide Saleh. Seorang juru bicara mengatakan: “Pidato Saleh adalah sebuah kudeta terhadap aliansi dan kemitraan kita … dan mengekspos penipuan orang-orang yang mengaku menentang agresi.”

Perseteruan terakhir meletus pada hari Rabu (29/11) ketika pendukung Saleh menuduh pemberontak Houthi membobol kompleks masjid utama kota tersebut.

Ada laporan tentang pertempuran lebih lanjut di Sanaa pada hari Sabtu (2/12), dengan ledakan dan tembakan terkonsentrasi di pinggiran selatan Hadda dimana sanak keluarga Saleh tinggal.

About The Author

Reply