Kabar Internasional – Komite Anti Korupsi Saudi Temukan Penggelapan $ 100 miliar

Jaksa Agung Arab Saudi mengatakan setidaknya sekitar $ 100 miliar (£ 76 miliar) telah disalahgunakan penggunaannya melalui korupsi sistematis dan penggelapan uang dalam beberapa dekade terakhir. Sheikh Saud al-Mojeb mengatakan, 201 orang ditahan karena diinterogasi, hal ini sebagai bagian dari upaya anti korupsi yang gencar dilakukan pihak kerajaan yang dimulai pada Sabtu (4/11) malam. Dia tidak menyebutkan nama mereka, tapi mereka dilaporkan termasuk pangeran senior, menteri dan pengusaha berpengaruh.

“Bukti untuk melakukan kesalahan ini sangat kuat,” kata Sheikh Mojeb. Dia juga menekankan bahwa aktivitas komersial normal di kerajaan tersebut tidak terpengaruh oleh tindakan kriminal tersebut, dan bahwa hanya rekening bank pribadi yang dibekukan.

Sheikh Saud al-Mojeb mengatakan penyelidikan oleh komite anti korupsi tertinggi yang baru dibentuk, yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman berusia 32 tahun, “berjalan sangat cepat”. Dia mengumumkan bahwa 208 orang telah dipanggil untuk diinterogasi sejauh ini, dan ketujuh diantaranya telah dibebaskan tanpa tuduhan.

“Potensi skala praktik korupsi yang telah ditemukan sangat besar,” kata jaksa agung. “Berdasarkan penyelidikan kami selama tiga tahun terakhir, kami memperkirakan bahwa setidaknya $ 100 miliar telah disalahgunakan melalui korupsi dan penggelapan sistematis selama beberapa dekade.”

Sheikh Mojeb mengatakan bahwa komite tersebut memiliki mandat hukum yang jelas untuk melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu penyelidikan dan bahwa pihaknya telah menangguhkan rekening bank orang-orang yang terjerat kasus tersebut pada hari Selasa (7/11).

“Ada banyak spekulasi yang muncul di seluruh dunia mengenai identitas individu yang bersangkutan dan rincian dakwaan terhadap mereka,” tambahnya. “Untuk memastikan bahwa individu tersebut terus menikmati hak legal secara penuh yang diberikan kepada mereka di bawah hukum Arab Saudi, kami tidak akan mengungkapkan rincian pribadi lagi hingga saat ini,” imbuhnya.

Di antara yang dilaporkan ditahan adalah seorang investor miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal; Pangeran Miteb bin Abdullah, putra almarhum raja yang juga dikeluarkan dari jabatannya sebagai kepala Garda Nasional pada hari Sabtu (4/11); dan saudaranya Pangeran Turki bin Abdullah, yang merupakan seorang mantan gubernur provinsi Riyadh.

About The Author

Reply