Kabar Internasional – Kontraversi Holocaust Membayangi Kampanye Le Penko

Kontraversi terkait sepak terjang dari Partai Front Nasional atau FN terkait atas nasib orang Yahudi pada Perang Dunia Kedua. Hal inilah yang kembali menghantui Marine Le Pen, salah satu kandidat dari Presiden Prancis. Terlebih lagi, setelah Jean Francois Jalkh selaku calon pengganti Le Pen telah memutuskan untuk mundur dari posisi ketua partai pada Jum’at 28/4/2017.

Falkh merupakan wakil dari Le Pen dalam partai tersebut. Namun Falkh tak menginginkan untuk mengambil posisi sebagai ketua atas tuduhan. Dirinya dengan tegas telah telah membahwa bahwa sudah membuat pernyataan terkait kamar gas Nazi itu pantas dipertanyakan.

“Dirinya (Jalkh) merasa bahwasannya iklim politik saat ini memang kurang mendukung bagi dirinya untuk memagang posisi menjadi ketua partai. Dirinya memang ingin untuk bisa membela diri sendiri serta akan mengajukan tuntutan hukum sebab kehormatannya telah diserang. Saya pun telah mengatakan bahwasannya dirinya sudah dengan tegas serta resmi telah membantah tuduhan tersebut,” ungkap Louis Aliot selaku anggota Front National yang merupakan pasangan Le Pen pada kehidupan pribadi.

Selanjutnya, posisi sebagai ketua partai pun akan diambil alih Steve Briois selaku Wali Kota Henin Beaumont, dimana itu merupakan kota basis dari pendukung Le Pen.

Awal pekan ini, rencananya Le Pen mengatakan akan menempatkan sebagai pengganti sementara pada posisi ketua partai, sedangkan dirinya pun akan lebih fokus dalam menghadapi rival pada pemilihan presiden Prancis lainnya, Emmanuel Macron.

Adapun yang kedua, dirinya pun akan kembali berusaha untuk memperebutkan suara terbanyak pada pemilu putaran kedua yang akan berangsung pada 7 Mei yang akan datang. Le Pen pun terus berusaha dengan keras untuk bisa menyingkirkan reputasi anti – Yahudi yang memang terlanjur telah melekat dalam partainya.

Di tahun 2015, Le Pen pun telah mengeluarkan Jean Marie Le Pen yang tidak lain merupakan ayahnya sendiri, sekaligus pendiri dari Partai Front Nasional. Dirinya pun menolak untuk berkomentar terkait dengan sang ayah yang telah menyebutkan bahwa kamar gas Nazi merupakan ‘detail sejarah’.

About The Author