Kabar Internasional – Koran Filipina Dijual Setelah Diancam Duterte

 

Harian Inquirer sebuah surat kabar ternama yang ada di Filipina, berencana untuk menjual kantor media miliknya. Tindakan tersebut diambilnya setelah dalam beberapa bulan yang lalu telah memperoleh ancaman dari orang nomor satu di Filipina, Rodrigo Duterte. Hal itu karena surat kabar tersebut telah mengkritik kampanye anti narkoba yang telah dilakukan oleh pemerintah.

Ketua dari Inquirer Group, Marixi Prieto telah mengatakan apabila asosiasi perusahaannya sudah memutuskan untuk mengeluarkan bisnis surat kabar itu serta sedang bernegosiasi guna menjualnya pada Ramon Ang, konglomerat utama San Miguel Corp.

Sebagaimana yang dikabarkan, Ang merupakan salah satu yang menjadi pendonor dari tim kampanye Duterte ketika pemilu pada tahun lalu.

“Keputusan dari keluarga Prierto yang melakukan divestasi setelah dalam 25 tahun, tentu saja keputusan strategis dari bisnis yang mampu diyakini bisa untuk meningkatkan peluang serta perkembangan dari Inquirer,” sebagaimana pernyataan dari surat kabar tersebut pada Senin 17/7/2017.

“Kami meyakini bahwasannya Pak Ang menjunjung tinggi komitmen dari Inquirer Group serta tetap menerapkan standar dari jurnalisme yang tinggi,” sebagaimana yang ditambahkan oleh Prierto.

Sedangkan Ang juga mengatakan apabila sudah menerima tawaran itu, meski pun tidak memberikan rincian secara lebih lanjut. Baik Prierto maupun Ang, tidak mengangkat isu perselisihan media itu bersama Duterte.

“Kami pun akan terus berupaya untuk bisa mempertahankan standar jurnalistik yang tinggi serta bisa membuat perbedaan di masyarakat,” ujar Ang pada sebuah pernyataannya.

Di bulan Maret yang lalu, Duterte memang telah menyerang Inquirer serta stasiun televise ABS – CBN dan mengatakan keduanya sebagai anak pelacur.

Duterte juga telah memberikan peringatan pada kedua media itu akan memperoleh karma, sebab sudah menudingnya telah melakukan pelanggaran HAM dengan melalui kampanye anti narkoba yang sudah diterapkan oleh pemerintah Filipina.

“Saya tidak melakukan ancaman pada mereka, namun pada suatu hari nanti akan ada karma yang datang pada mereka,” ujar Duterte.

“Mereka tak tahu malu, sungguh tak tahu malu. Wartawan – wartawan pelacur!,” sergah Duterte sebagaimana yang telah dikutip dari AFP.

Semenjak pertengahan tahun lalu terpilih sebagai Presiden Filipina, memang Duterte sudah menerapkan perang terhadap narkoba. Dirinya memberikan kewenangan bagi pihak kepolisian guna membunuh criminal yang terlibat narkoba.

Be Sociable, Share!