Kabar Internasional – Kudeta Turki Menjadi Sinyalir Perang Global Melawan ISIS

 

Turki yang kini telah menjadi mitra utama dari negara Amerika Serikat dalam penyerangannya melawan militan ISIS. Dan terjadinya kudeta yang sudah ada di dalam beberapa hari yang lalu, Jumat 15 Juli 2016 membawa dampak yang sangat signifikan kepada serangan terhadap ISIS. Ini disebabkan karena aset utama dari AS di dalam memerangi ISIS, Pangkalan Udara Incirlik yang sudah ada di bagian selatan Turki yang berjarak 60 mil berasal dari perbatasan Turki-Suriah terpaksa untuk menghentikan operasinya.

Berada di hari Sabtu kemarin, pihak dari otoritas Turki yang sudah menutup adanya wilayah udara yang ada di sekitaran bandara Incirlik maka dari itu AS tidak akan bisa untuk melancarkan suatu aksi serangan udara yang di tujukan kepada ISIS yang terletak ada di lokasi itu.

“Kini dari para petinggi dari AS yang sudah bekerja sama dengan Turki akan bisa melanjutkan operasi udara yang berada di sana dengan sesegera mungkin,” terang dari juru Bicara Pentagon yang bernama Peter Cook disebutkan kepada laman media CNN untuk hari ini Selasa (19/7/16).

Berasal dari seorang pejabat Pentagon yang lain sudah menyebutkan kalau mereka saat ini telah mempertimbangkan dalam melancarkan suatu aksi seranga udara yang berasal dari pangkalan udara yang lainnnya untuk bisa mengoperasikan drone untuk pertempuran melawan kelompok ISIS. Adapun kabar yang lainnya sudah sebutkan kalau Incirlik akan di buka nantinya, militer Amerika tetap enggan untuk kembali memulai operasi sampai mendapatkan kepastian siapa yang sudah mengendalikan dari angkatan besenjata Turki yang sudah mengkudeta serentak tersebut. Sampai berita ini di turunkan masih belum jelas kapan tepatnya pangkalan udara Incirlik bisa kembali untuk beroperasi.

Berada di tengah ketidakpastian tersebut muncul adanya isu yang lain dimana memanaskan hubungan dari dua sekutu itu. Dari Presiden Turki Erdogan memberikan desakan kepada AS agar bisa mengekstradisi  pria yang bernama Fethullah Gulen, karena dirinya di tuding telah melakukan perintah kudeta tersebut.

“Dari setiap negara yang telah melindungi kepada Fethullah Gulen akan bisa menjadi musuh dari Turki,” terang dari PM Turki Binali Yildirim.

Be Sociable, Share!