Kabar Internasional – Laporan Publik ‘Dengan Jelas Menunjukkan’ Penggunaan Senjata Kimia Assad

Penasihat Keamanan Nasional AS H.R. McMaster mengatakan pada hari Sabtu (17/2). Bahwa meskipun ada penolakan, laporan publik menunjukkan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia,. Ia enambahkan bahwa sudah saatnya masyarakat internasional menahan pemerintah Suriah untuk diperhitungkan.

“Akun publik dan foto dengan jelas menunjukkan bahwa penggunaan senjata kimia Assad terus berlanjut,” kata McMaster pada sebuah konferensi keamanan internasional yang berlangsung di Munich.

“Sudah saatnya semua negara menahan rezim Suriah dan sponsornya bertanggung jawab atas tindakan mereka dan mendukung usaha Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia,” katanya.

McMaster tidak menentukan akun publik atau gambar yang dia maksud. Awal bulan ini, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan bahwa pemerintah Suriah telah berulang kali menggunakan gas klorin, namun menekankan bahwa AS tidak memiliki bukti penggunaan gas sarin.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa “Prancis akan menyerang” jika senjata kimia digunakan untuk melawan warga sipil dalam konflik Suriah yang melanggar perjanjian internasional, namun dia belum melihat bukti kasus ini. Pemerintah Suriah telah berulang kali menolak menggunakan senjata kimia dan mengatakan bahwa pihaknya hanya menargetkan pemberontak bersenjata dan militan.

Dalam beberapa pekan terakhir, petugas penyelamat, kelompok bantuan dan Amerika Serikat telah menuduh Suriah berulang kali menggunakan gas klorin sebagai senjata melawan warga sipil di Ghouta dan Idlib. Awal bulan ini, pasukan pemerintah Suriah, yang didukung oleh Rusia dan Iran, membombardir daerah tersebut, dua dari bagian pemberontak terakhir yang dikuasai Suriah.

Upaya diplomatik telah membuat sedikit kemajuan dalam mengakhiri perang yang mendekati tahun kedelapan, yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan memaksa separuh dari populasi Suriah yang dipenjara 23 juta dari rumah mereka. McMaster meminta masyarakat internasional untuk berbuat lebih banyak pada Korea Utara.

“Kita harus menekan rezim Kim, menggunakan semua alat yang ada, untuk memastikan bahwa kediktatoran kejam ini tidak dapat mengancam dunia dengan senjata paling merusak di bumi,” katanya, merujuk pada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Amerika Serikat telah muncul untuk mendukung keterlibatan pasca-Olimpiade yang lebih dekat antara Korea Utara dan Korea Selatan dengan maksud untuk perundingan AS-Korea Utara, namun telah sepakat dengan Seoul bahwa sanksi harus diintensifkan untuk mendorong Pyongyang merundingkan berakhirnya program senjata nuklirnya.

About The Author

Reply