Kabar Internasional – Ledakan Kembali Terjadi di Afghanistas, 7 Orang Tewas

 

Tujuh orang tewas serta 119 orang lainnya luka – luka setelah kembali adanya ledakan di Afghanistan pada Sabtu 6/3/2017. Ledakan bom tersebut terjadi ketika adanya pemakaman salah seorang demonstran yang tewas di ibukota Afghanistas, satu hari sebelumnya saat demonstrasi anti pemerintahan berlangsung.

Salah seorang saksi mata telah mengatakan bahwasannya terdapat tiga kali ledakan besar ketika pemakaman dari Salem Izadyar tengah berlangsung. Salem merupakan putra dari Mohammad Alam Izadyar yang merupakan wakil ketua pertama dari Senat Afghanistan.

Ashraf Ghani selaku Presiden Afghanistan pun dengan cepat telah mengutuk serangan tu dan menyatakan bahwa, “Pelecehan yang telah dilakukan pada Sabtu bagi para pelayat yang tengah mengubur martir,” ungkapnya di Twitter.

“Negera telah diserang, kita harus bersatu dan kuat,” imbuhnya.

Berdasarkan sebuah pernyataan, Taliban telah membantah sudah terlibat pada serangan di pemakaman tersebut. Pejabat tinggi pemerintah serta anggota parlemen menghadiri pemakaman itu Dr. Abdullah Abdullah selaku kepala eksekutif pemerintah, telah men – Tweet apabila dirinya tak mengalami luka – luka.

Salem Izadyar telah meninggal dunia pada sebuah rumah sakit setelah dirinya mengalami luka – luka pada saat melakukan demontrasi anti pemerintahan di Kabul pada hari Jum’at, sebagaimana yang telah diaporkan oleh media Afghanistan.

Sebelumnya, kerusuhan yang telah terkadi telah mengakibatkan serangan bunuh diri di hari Rabu 31/5/2017 yang menyebabkan 90 orang meninggal dunia serta melukai ratusan orang lainnya pada zona diplomatic Kabul. Warga Afghanistan lalu turun ke jalan di hari Jum’at 2/6/2017 dan menuntut adanya pengunduran diri pemerintah.

Setidaknya, ada 4 orang yang tewas pada demonstrasi itu, ketika para demonstran telah melemparkan batu serta pihak kepolisian meresponnya dengan melepaskan tembakan ke udara sebagai salah satu upaya untuk bisa memecah kerumunan. Namun usaha tersebut ternyata mendapatkan respon progresif dari para demonstran.

Atas serangkaian rentetan kekerasan di pekan ini, telah bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan. Pihak Taliban telah mengaku bertanggungjawab atas bom mobil yang sudah menewaskan 18 orang di awal Ramadhan lalu pada Sabtu di Afghanistan timur.

Be Sociable, Share!