Kabar Internasional – Malaysia Menetapkan Pernikahan Anak Bukanlah Tindak Kriminal

 

Malaysia telah meloloskan undang – undang terkait pelecehan seksual anak, dimana salah satu isinya telah menetapkan bahwasannya pernihakan dibawah umur bukanlah tindakan kriminal. Amandemen UU tersebut telah disepakati setelah adanya perdebatan yang panjang. Pada awalnya, opsisi telah mengajukan amandeman yang telah mencangkup aturan tentang pelarangan pernikahan anak.

Tetapi, Shabudin Yahaya yang merupakan salah seorang anggota koalisi dari Barisan Nasional telah mengatakan apabila mayoritas parlemen sudah menolak usulan itu serta sepakat bahwasannya seorang  anak bisa menikah apabila telah memasuki masa puber.

“Saat mereka sudah berada pada masa puber, atau pada usia 9 atau  12 tahun. Pada masa itu, tubuh sudah layaknya orang yang berusia 18 tahun. Namun secara fisik serta spiritual, hal itu bukanlah hambatan seorang gadis untuk menikah,” kata Shabudian, sebagaiamana yang telah dikutip dari cnnindonesia pada Kamis 5/4/2017.

Lebih jauh lagi, Shabudin juga telah mengungkapkan apabila tidak ada yang salah disaat seorang korban anak, telah menikahi pemerkosanya guna menghindari adanya masa depan suram.

Pernyataan tersebut pun langsung menuai banyak kontraversi pada jejaring sosial. Bahkan sejumlah politisi oposisi telah mendesak langsung supaya Shabudin segera dipecat dari posisinya.

Pada hukum sipil Malaysia, telah menyebutkan apabila batas usia minimal dari calon pengantin yang akan menikah ialah 18 tahun. Remaja yang memiliki usia diatas 16 tahun, bisa saja menikah apabila telah mendapatkan persetujuan dari menteri kepala Negara.

Selain masalah pada pernikahan anak, amandemen hukum tersebut juga telah mengatur bahwasannya merayu anak kecil merupakan salah satu tahapan awal pelecehan seksual anak.

Berdasarkan amandemen ini, pemerintah Malaysia pun bias mendapatkan bentuk pengadilan khusus guna menangani kasus pelecehan seksual anak dengan cepat. Sebab dibawah hukum ini, pada pelaku pelecehan seksual anak akan terancam hukuman penjara selama 30 tahun. Tidak hanya itu saja, pemilik maupun pengedar pornografi anak, juga akan mendapatkan hukuman 6 kali cambuk.

Meski memang sedikit memberikan kontraversi, namun dengan adanya amandemen ini, setidaknya telah membuat perlindungan yang lebih bagi anak – anak agar terhindar dari kasus pelecehan seksual sebab adanya hukuman yang berat bagi para pelakunya.

Be Sociable, Share!