Kabar Internasional – Malaysia Tidak Akan Menyerahkan Jasad dari Kim Jong Nam pada Korea Utara

 

Desakan yang telah dilakukan oleh pemerintah serta perwakilan dari Korea Selatan di Malaysia, guna memulangkan jasad dari Kim Jong – nam, yang merupakan kakak tiri dari penguasa Korea Utara, Kim Jong – un masih terus berlangsung. Namun pemerintah dari negeri jiran tersebut telah menyatakan bahwa hanya pihak keluarga yang diperkenankan untuk mengambil serta membawa pulang jenazah.

Sebagaimana yang telah dilansir dari Channel News Asia pada Sabtu 11/3/2017, jenazah Kim Jong – nam pasa saat ini telah diserahkan oleh pihak kepolisian pada Kementerian Kesehatan. Sampai dengan saat ini, pemerintah pun masih belum merencanakan untuk melakukan tindakan yang lebih lanjut selain hanya menunggu permintaan dari pihak keluarga guna mengambil jasadnya.

“Tak ada batasan waktu untuk bisa mengambil jenazah. Ini merupakan kasus dengan profit yang tinggi. Kami tak ingin ada kesalahan ketika mengeluarkan keputusan. Kementerian pun akan memutuskan apakah yang akan selanjutnya dilakukan,” imbuh Dr Hilmi Yahya selaku Wakil Menteri Kesehatan.

Hilmi pun telah menegaskan apabila mereka yang berhak untuk mengambil jenazah tersebut ialah hanya dari pihak keluarga, hal tersebut berdasarkan undang – undang yang telah berlaku di Malaysia. Dan apabila dari pihak keluarga tak ada yang mengambil, maka kemudian jasadnya pun akan dimakamkan di sana.

Sementara itu, Irjen Pol Khalid Abu Bakar selaku Kepala Kepolisian Diraja Malaysia telah memastikan bahwasannya jasad yang sudah meninggal dunia karena diracun pada saat berada di KLIA merupakan Kim Jong – nam. Ini sudah hampir satu bulan setelah pembunuhan tersebut berlangsung.

Tetepi dirinya tak menyebutkan bagaimana cara tim medis dalam mengungkapkan identitasnya. Apa dengan cara sampel DNA mau pun tanda – tanda yang terdapat pada tubuh korban. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh New Straits Times, bahwasannya proses identifikasi telah dilakukan berdasar pada 21 tahi lalat yang berada di wajah korban.

Namun hal tersebut telah dibantah oleh Khalid. Ada cara lain yang telah dilakukan oleh pihaknya untuk bisa menentukan identitas dari korban yang sebenarnya.

“Tak, itu tidak benar. Cara tersebut tidak akan cukup bagi kami,” pungkasnya.

Be Sociable, Share!