Kabar Internasional – Mantan Wali Kota Marawi Ditahan dengan Tuduhan Pemberontakan

Fajad Salid yang merupakan mantan Wali Kota Marawi telah ditahan oleh pihak kepolisian Filipina dengan tuduhan telah melakukan pemberontakan. Kepolisian Filipina sudah menyatakan apabila Salid telah ditahan pada sebuah operasi yang ada di pos penjagaan pada Kota Villanueva di Provinsi Misamis, Rabu malam 7/6/2017.

Lemuel Gonda selaku jubi Kepolisian Wilayah Mindanao Utara telah mengatakan bahwaannya Salis telah dituntut atas Pasal 143 Hukum Pidana terkait pemberontakan. Dirinya telah dituduh sudah memberikan dukungan kepada seranagan dari kelompok mililtan Maute yang ada di Marawi pada bentrokan menghadapi militer Filipina yang sudah terjadi pada dua pekan yang lalu. Tetapi Salid sudah menampik akan tudingan yang ditujukan pada dirinya itu.

“Saya tidak memberikan dukungan kepada kelompok Maute. Tak mungkin sebab semua itu telah terjadi pada Kota Marati, dimana keluarga serta kerabat saya sudah tinggal di kota tersebut,” bela Salid sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com pada Sabtu 10/6/2017.

Solitario Ali selaku Kakak Salid juga telah membantah tuduhan kepada adiknya tersebut serta menyatakan bahwasannya dirinya tak memiliki kaitan bersama kelompok Maute.

Bentrokan yang telah terjadi di Muate memang telah menewaskan ratusan orang. Bentrokan tersebut berawal dari militer Filipina yang telah melancarkan operasi penangkapan pada isnilon Hapilon selaku pimpinan dari kelompok militant Abu Sayyaf.

Tidak lama kemudian, bentrokan telah pecah. Rodrigo Duterte selaku Presiden Filipina pun langsung mendeklarasikan darurat militer pada kawasan Mindanao.

Tidak cukup sampai disitu, Duterte juga telah menawarkan imbalan senilai 10 juta peso atau sekitara Rp 2,6 miliar bagi setiap pihak yang mampu menangkap Isnilon Hapilon yang merupakan pemimpin serangan para militant di kota Marawi.

Hapilon merupakan salah satu pimpinan teroris paling berbahaya yang ada di kawasan. Dirinya merupakan pemimpin tertinggi dari kelompok Militan Abu Sayyaf. Dimana kelompok tersebut biasanya telah melakukan penyanderaan pada warga negara asing.

Saat ini dirinya juga telah menjadi pemimpin dari kelompok militant Maute yang sudah berafiliasi bersama ISIS. Dalam dua pekan belakangan ini, Maute telah bertempur menghapi militer Filipina di Marawi.

About The Author