Kabar Internasional – Maute Memaksa Anak – Anak Lawan Militer Filipina

Tidak hanya sejumlah sandera, ternyata kelompok militant Maute juga telah dilaporkan sudah mulai merekrut anak – anak guna diajak berperang menghadapi pasukan militer Filipina. Hal itu telah terjadi pada daerah konflik di Filipina, Marawi.

“Kami memang terus mendapatkan kabar dari warga sipil yang sudah berhasil lolos dari Maute, kabar tersebut cukup mengganggu. Mereka telah banyak menyebutkan apabila anak – anak serta para sandera yang tengah terjebak di Mindanao, telah dilibatkan dalam serangan atau baku tembak,” ungkap Restituto Padilla selaku jubir Militer Filipina pada Selasa 11/7/2017.

Padilla telah mengatakan apabila pihaknya pun tengah berupaya dengan sekeras mungkin supaya anak – anak tersebut tidak menjadi korban pada baku tembak. Tetapi, mereka juga tidak bisa untuk berbuat banyak sebab anak – anak tersebut sudah terlibat dalam pertempuran dengan ikut angkat senjata.

Maute memang terus melakukan perlawanan pada militer Filipina semenjak pertempuran meletus pada tanggal 23 Mei silam. Pada waktu itu, kelompok yang berafisiliasi dengan ISIS tersebut telah menyandera sejumlah warga sipil yang telah terjebak pada area konflik, termasuk diantaranya seorang pastor gereja.

Sebagaimana yang telah diberitakan oleh AFP, militer telah mengatakan bahwa ada sekitar 100 warga sipil yang telah diperkirakan masih terjebak pada wilayah bentrokan. Diantara mereka pun ada banyak yang telah dipaksa untuk membantu pasukan militant. Mereka dipaksa untuk membawa persediaan amunisi, bahkan ada pula yang menjarah rumah – rumah yang berada di sekitaran kota.

Militant Maute, baru – baru ini juga telah melaporkan bahwa mereka sudah membunuh 6 sanderanya sebab sudah menolak untuk membantu mereka menghadapi pasukan pemerintah. Laporan tersebut telah diterima oleh militer Filipina. Berdasarkan info yang sudah diterima, ada 8 – 10 tawanan Maute yang sudah berhasil kabur.

Sejumlah sandera yang berhasil lolos juga mengungkapkan apabila tidak sedikit jasad para sandera Maute yang ditinggalkan begitu saja. Jasad tersebut ditinggal pada jalanan selama waktu berminggu – minggu.

Memang semenjak baku tembak terjadi serta kondisi ditetapkan darurat militer, sebagian besar penduduk dari kota Marawi telah memilih untuk pergi meninggalkan kota yang memang ditempati oleh mayoritas warga Muslim tersebut.

Sudah ada 470 warga yang dilaporkan menjadi korban tewas sejak pertepuran di Marawi meletus. Jumlah tersebut meliputi 39 warga sipil, 85 tentara serta 366 pasukan teroris.

About The Author