Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya

Kabar Internasional – Mike Pence Serukan Pembebasan Jurnalis Reuters yang Dipenjara

Wakil Presiden AS Mike Pence pada hari Selasa (4/9) menyerukan kepada pemerintah Myanmar untuk membatalkan putusan pengadilan yang memenjarakan dua wartawan Reuters selama tujuh tahun. Dan Mike Pence juga menyerukan untuk segera membebaskan mereka.

Para wartawan itu dinyatakan bersalah pada hari Senin atas tuduhan rahasia resmi dalam sebuah kasus penting yang dilihat sebagai ujian kemajuan menuju demokrasi di Myanmar, yang diperintah oleh junta militer hingga 2011. Wa Lone, 32, dan Kyaw Soe Oo, 28, sedang menyelidiki pembunuhan oleh pasukan keamanan warga desa Rohingya pada saat penangkapan mereka Desember lalu, dan telah mengaku tidak bersalah.

“Wa Lone & Kyaw Soe Oo shd dipuji — bukan dipenjara — karena pekerjaan mereka mengungkap pelanggaran hak asasi manusia & pembunuhan massal. Kebebasan beragama & kebebasan pers sangat penting untuk demokrasi yang kuat, ”tulis Pence di Twitter.

Pence adalah pejabat AS yang paling senior untuk menambahkan suaranya ke kecaman internasional terhadap putusan oleh hakim Myanmar, yang mengatakan keduanya telah melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi era kolonial ketika mereka mengumpulkan dan memperoleh dokumen rahasia. Di Yangon sebelumnya pada hari Selasa, para istri dari dua wartawan bersikeras bahwa orang-orang itu tidak bersalah dan meminta mereka untuk dipersatukan kembali dengan keluarga mereka.

“Sangat terganggu oleh putusan pengadilan Burma yang menghukum 2 jurnalis Reuters untuk 7 tahun penjara karena melakukan pekerjaan mereka melaporkan tentang kekejaman yang dilakukan terhadap orang-orang Rohingya,” tulis Pence dalam tweet lain.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan pada hari Selasa (4/9) bahwa Amerika Serikat akan menjadi lebih vokal tentang situasi dua wartawan itu. Berbicara pada konferensi pers di New York yang menandai asumsi AS dari ketua dewan keamanan yang berputar untuk bulan September, Haley mengatakan bahwa para wartawan “dipenjara karena mengatakan yang sebenarnya.” Mark Green, administrator untuk Badan Pembangunan Internasional AS, mengatakan “keyakinan ini merupakan kemunduran besar bagi demokrasi dan supremasi hukum di Burma.”

Putusan itu datang di tengah meningkatnya tekanan pada pemerintah pemenang Nobel Aung San Suu Kyi atas tindakan keras yang dipicu oleh serangan oleh gerilyawan Muslim Rohingya terhadap pasukan keamanan di Negara Bagian Rakhine di Myanmar barat pada bulan Agustus 2017.

Agen Bola Terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *