Kabar Internasional – Milisi Kurdi YPG Desak Tentara Suriah untuk Hentikan Turki

Milisi YPG Kurdi Suriah pada hari Kamis (22/2) mengatakan bahwa pejuang yang mendukung pemerintah Suriah mengerahkan di garis depan. Hal ini untuk membantu mengusir serangan Turki, namun bantuan tersebut dibutuhkan dari tentara Suriah sendiri.

Dalam sebuah langkah yang dapat memudahkan salah satu keluhan pemerintah Suriah tentang YPG, milisi tersebut menarik diri dari sebuah daerah kantong yang ditahannya di Aleppo pada hari Kamis (22/2), dengan mengatakan bahwa pejuangnya dibutuhkan untuk pertempuran di Afrin.

“Kelompok yang selaras dengan tentara Suriah datang ke Afrin, namun tidak dalam jumlah atau kapasitas untuk menghentikan pendudukan Turki,” juru bicara YPG Nouri Mahmoud mengatakan kepada Reuters. “Tentara Suriah harus memenuhi tugasnya … untuk melindungi perbatasan Suriah.”

Milisi pro-Damaskus tiba di wilayah barat laut Afrin pada Selasa malam untuk menanggapi permintaan YPG kepada pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad. Ratusan pejuang tersebut telah ditempatkan di garis depan di Afrin yang melawan pasukan Turki, kata Mahmoud. Tapi Assad tidak mengirim tentara itu sendiri, sebuah langkah yang bisa memicu konfrontasi langsung yang lebih luas dengan Turki.

Ankara, seorang komandan pro-Assad dan pejabat Kurdi telah mengatakan baru-baru ini bahwa Rusia melakukan intervensi untuk menghentikan Damaskus mengirim tentara untuk membela Afrin setelah ada laporan kesepakatan dengan pasukan Kurdi Suriah. Sementara Rusia adalah sekutu terkuat Assad dalam perang tersebut, namun juga bekerja dengan Turki, yang mendukung faksi pemberontak, untuk menegosiasikan penyelesaian konflik yang lebih luas.

Pada hari Kamis (22/2), Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag mengatakan bahwa dia yakin tidak ada kesepakatan antara pemerintah Suriah dan YPG.

“Kami memiliki informasi bahwa mereka belum mencapai kesepakatan,” kata Bozdag dalam sebuah wawancara di televisi.

Namun, komandan YPG dari sebuah daerah kantong Kurdi di Aleppo mengatakan bahwa pemerintah telah mendapatkan kembali kendali atas kabupaten-kabupaten di sana setelah milisi tersebut ditarik untuk membantu membebaskan Afrin. Sebelumnya pada hari Kamis (22/2), seorang saksi dan kelompok pemantau perang mengatakan pasukan pemerintah telah pindah ke daerah kantong tersebut. Assad berulang kali mengatakan bahwa dia ingin mengambil kembali setiap inci Suriah, namun negara tersebut telah mentoleransi kontrol Kurdi atas wilayah Sheikh Maqsoud yang mayoritas Kurdi dan lingkungan sekitar Aleppo bahwa YPG ditangkap dari pemberontak pada akhir 2016.

About The Author

Reply