Kabar Internasional – Militan Bunuh Lebih dari 230 Orang di Satu Masjid di Sinai saat Sholat Jumat

Kelompok militan menewaskan lebih dari 230 orang di sebuah masjid di Sinai Utara pada hari Jumat (24/11). Meledakkan sebuah bom dan menembaki para jamaah, 120 orang lainnya luka-luka, dalam serangan yang paling mematikan dalam sejarah modern Mesir, kata media pemerintah dan saksi mata.

Tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab, namun sejak 2013 pasukan keamanan Mesir telah berjuang melawan afiliasi Negara Islam di wilayah gurun, dan militan telah membunuh ratusan polisi dan tentara. Media pemerintah menunjukkan gambar korban dan tubuh korban yang berlumuran darah di dalam masjid Al Rawdah di Bir al-Abed, sebelah barat El Arish, kota utama di Sinai Utara.

Jamaah sedang menyelesaikan shalat Jumat di masjid saat sebuah bom meledak, kata saksi mata. Sekitar 40 pria bersenjata memasang posisi di luar masjid dengan jip dan melepaskan tembakan dari berbagai arah saat orang-orang mencoba melarikan diri. Termasuk diantara korban tewas adalah anak-anak, perempuan, dan beberapa peserta wajib militer.

“Empat kelompok orang bersenjata menyerang para jamaah di dalam masjid setelah shalat Jumat siang. Mereka masih mengeluarkan tembakan ketika mobil ambulans berdatangan untuk membantu korban, kata Mohamed, seorang saksi.

Beberapa jam setelah serangan tersebut, militer Mesir melancarkan serangan udara terhadap sasaran di daerah pegunungan di sekitar Bir al-Abed, kata sumber keamanan dan saksi mata.

“Pasukan bersenjata dan polisi akan membalaskan dendam para martir kami dan memulihkan keamanan dan stabilitas dengan kekuatan maksimal,” kata Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dalam sebuah pidato di televisi.

“Apa yang terjadi adalah usaha untuk menghentikan usaha kita dalam memerangi terorisme, untuk menghancurkan usaha kita untuk menghentikan rencana kriminal yang mengerikan yang bertujuan menghancurkan apa yang tersisa dari wilayah kita,” tambahnya.

Mesir kemudian mengatakan akan menunda pembukaan perbatasan Rafah ke Gaza setelah serangan tersebut karena masalah keamanan. Penyeberangan tersebut dijadwalkan dibuka untuk tiga hari mulai hari Sabtu (25/11).

Kejadian ini mendorong pemerintah Mesir untuk menetapkan masa berkabung selama tiga hari. Menyerang masjid akan menjadi perubahan taktik bagi militan Sinai, yang biasanya menyerang tentara dan polisi dan gereja-gereja Kristen.

About The Author

Reply