Kabar Internasional – Otoritas Panama Menyita 4 Ton Kokain

Otoritas Panas telah menahan sedikitnya 64 orang serta menyita kurang lebih 4 ton kokain setelah investasi dalam kurun waktu 2 tahun. Para Rabu 1/6/2017. Pemerintah Panama telah mengatakan bahwasannya pada 22 bulan terakhir ini, pihak kepolisian telah menyita uang tunai sebasar US$ 2.5 juta atau setera dengan Rp 33.2 miliar, 49 kendaraan serta satu ton mariyuanan. Seluruh barang bukti telah didapatkan dari kartel yang sudah melibatkan warga Panama, Venezuela, Mexico, Guatemala, Kuba dan Kolombia.

Jaksa Eduardo de la Torre telah mengatakan bahwasannya kelompok tersebut telah menyalurkan narkoba melalui perahu dari Amerika Serikat. Dirinya juga telah menekankan bahwasannya nilai narkoba tersebut apabila berhasil masuk Amerika Serikat, akan mencapai US$400 juta. Ada 33 orang didakwa telah terlibat pada kasus narkoba ini, termasuk juga pejabat kepolisian.

Juan Carlos Varela selaku Presiden Panama sebelumnya telah mengeluhkan bahwasannya perjanjian damai diantara pemberontak kiri FARC dan pemerintah Kolombia justru telah menyebabkan adanya peningkatan penjualan serta kekerasan karena narkoba di negaranya.

Pada pekan ini, Panama telah memperketat kontrok imigrasi kepada pendatang dari Nikaragua, Venezuela dan Kolombia. Sementara itu di Kolombia, konflik pemerintah bersama FARC dalam kurun waktu lebih dari 5 dekade ini, telah menewaskan sedikitnya 260 orang sedangkan 45 ribu orang dinyatakan hilang.

Juan Manuel Santos selaku Preisden Kolombia serta Rodrigio Londono selaku Ketua FARC telah menandatangani dokumen kesepakan damat di awal bulan Desember tahun lalu. Pada perjanjian perdamaian yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak, meski pun ada sejumlah anggota kongres yang telah menyatakan tak setuju.

Upaya untuk menghentikan konflik memang sempat terhenti lantaran 50.23 % warga telah menyatakan menolak untuk berdamai bersama FARC dalam referendum yang telah dilaksanakan pada awal Oktober di tahun lalu.

Perjanjian damai pun akhirnya telah diperbarui serta berhasil diratifikasi dan juga disetujui Kongres Kolombia dengan melalui rapat yang telah berlangsung dalam kurun waktu 11 jam. Persetujuan damai tersebut, telah mewajibkan 7.000 anggota FARC untuk melucuti serta menyerahkan persenjataan mereka.

Dalam kurun waktu 52 tahun terakhi ini, pemberontak FARC telah terlibat dengan narkoba serta Kolombia telah mendapatkan predikat produsen kokain paling besar yang ada di dunia.

About The Author