Kabar Internasional – Pangkas Pajak & Pensiun Menjadi Ikrar Presiden Baru Prancis

 

Emmanuel Macron selaku Presiden Prancis terpilih, telah berkomitmen akan membawa negara yang dipimpinnya menuju reformasi ekonomi sesudah dirinya dinyatakan meraih kemenangan pada pemilihan umum yang telah digelar pada Minggu 7/5/2017. Macron berhasil mengalahkan Le Pen, calon dari nasionalis kanan yang telah memberikan janji kampanye membawa Prancis keluar dari Uni Eropa.

Pada satu dekade terakhir, Prancis memang kerap kali menghadapi sejumlah tantangan ekonomi setelah terjadinya krisi Eropa di tahun 2008. Hal yang telah mereka rasakan, meliputi angka pertumbuhan ekonomi yang masih cenderung stagnan, daya saing industri justru mengendur serta tingginya tingkat pengangguran.

Emmanuel Macron yang merupakan eks bankir investasi serta sudah pernah bergabung bersama Francois Hollande, Presiden Prancis. Lalu, dirinya pun memilih untuk meninggalkan pemerintahan setelah dia merasa frustasi akan reformasi ekonomi yang sudah dilakukan oleh Hollande, sebab dirinya menganggap itu terlalu lambat.

Pada saat kampanye, Macron pun berjannji bahwa akan lebih menyederhanakan lagi system perpajakan serta pensiun. Dirinya pun akan mengkaji kembali peraturan yang dianggap telah dianggap sudah menghambat inovasi industri.

Sedangkan pada program pensiun, Macron tak mempunyai rencana menaikkan umur pensiun resmi, dimana saat ini ada pada usia 62 tahun. Dirinya pun menginginkan system pensiun yang ada di Prancis, bisa mengadaptasi system yang ada di Swedia, dimana proses pembayaran kontribusi it hanya dilakukan ketika mereka masih bekerja.

Dirinya juga berjanji tak akan campur tangan pada peraturan waktu kerja 35 jam di setiap minggunya, dimana saat ini telah dianggap controversial. Tetapi sebaliknya, dirinya pun berencana mengatasi dengan memungkinkan pihak perusahaan untuk menegosiasikan kesepakatan internal bersama karyawan, terkait jam kerja serta gaji.

Dirinya pun mengisyaratkan bahwa mampu mempercepat reformasi perburuhan dengan melewati parlemen perintah eksekutif.

“Macron telah menjanjikan pendekatan tambahan, dimana kesuksesannya bisa bergantung akan negosiasi bersama serikat pekerja,” ungkap kepala Ekonom Bank of America Merrill Lynch, Gilles MOec sebagaimana yang dikutip dari Reuters pada Senin 8/5/2017.

Dirinya pun akan mendorong reformasi agenda guna merespon globalisasi, dimana selama ini telah dianggap sudah mengganggu perekonomian Prancis. Tidak hanya itu saja, dirinya juga berjanji untuk memangkas pajak perusahaan menjadi 22 %, dimana sebelumnya 33 %. Dirinya pun menginginkan Prancis melakukan penghematan anggaran sampai 60 miliar euro pada kurun waktu 5 tahun yang akan datang.

Be Sociable, Share!