Kabar Internasional – Paspampres Ditembak oleh Pemberontak, Duterte Mengancam Batal Berdamai

Rodrigio Duterte selaku Presiden Filipina telah mengancam akan segera mengakhiri perundingan damai bersama pemberontak komunis. Hal itu dilakukan setelah kelompok tersebut diduga sudah menempat empat pengawal Duterte di Mindanao pada Rabu 19/7/2017.

“Presiden telah mengarahkan panel pemerintah guna tak lagi melanjutkan proses perundingan damai formal kecuali apabila pemberontak sayap kiri menyetujui untuk segera menghentikan serangan meraka atas pasukan pemerintah yang ada di Mindanao,” sebagaimana bunyi pernyataan yang telah dikeluarkan oleh kantor kepresidenan.

Sekelompok orang yang telah diduga berasal dari anggota kelompok pemberontak, secara tiba – tiba telah melepaskan tembakan pada konvoi paspampres Duterte ketika melintasi jalan raya yang ada di Mindanao. Ketika itu, Duterte tak ikut pada rombongan itu.

Pemerintah pun menuding apabila Tentara Rakyat Baru dari kelompok Partai Komunis Filipina sebagai pelaku atas penyerangan tersebut. Insiden terbaru tersebut, terjadi ketika pemerintah tengah berperang menghadapi militan Maute yang ada di Marawi, Mindanao semenjak 23 Mei 2017 yang lalu.

Partai komunis yang memiliki pasukan sekitara 4.000 personel, diduga sudah meminta angkatan bersajatanya untuk melancarkan serangan tersebut guna merespon rencana dari Duterte memperpanjang masa darurat militer sampai akhir tahun 2017.

“Hal ini merupakan bagian atas seruan mereka terhadap kelompok bersenjata guna menentang darurat militer dan salah satu cara yang mereka tempuh ialah dengan melakukan serangan kepada pasukan pemerintah,” ujar Brigadir Jendral Gilberto Gapay selaku pejabat militer senior yang ada di Mindanao.

Tentara Rakyat Baru itu merupakan gerakan pemberontak yang paling tua berada di Asia. Pemberontakan komunis telah dimulai di tahun 1968 silam di Filipina serta sudah menewaskan sedikitnya 30 ribu orang.

Perundingan damai diantara kelompok pemberontak komunis bersama pemerintah sudah berjalan ketika Duterte menjabat presiden pada pertengahan tahun yang lalu. Kedua belah pihak pun sepakat untuk melakukan gencatan senjata, namun hal itu tidak berlangsung lama.

Di bulan Mei yang lalu, Duterte telah menangguhjan pembicaraan damai formal bersama kelompok komunis itu setelah kedua belah pihak sudah gagal dalam menyelesaikan perselisihan serta pemberontak komunis pun semakin meningkatkan serangannya.

About The Author