Kabar Internasional – Pasukan Afghanistas Tewaskan 3 Tentara Amerika Serikat

 

Tiga tentara dari Amerika Serikat sudah dilaporkan tewas serta satu tentara lainnya terluka pada sarangan yang terjadi di timur Afghanistan. Berdasarkan laporan dari pemerintah lokal Afghanistan, telah menyebutkan bahwasannya ada dua tentara Amerika Serikat tewas serta dua lainnya telah mengalami luka – luka pada bentrokan yang terjadi di Achin, Nangarhar.

Sebenarnya, pasukan khusus Amerika Serikat itu telah membantu militer Afghanistan dalam menumpak kelompok militan ISIS dan Taliban. Tetapi justru ketiga tentara Amerika Serikat itu bukannya tewas oleh para militant, namun oleh pasukan dari Afghanistan pada sebuah serangan yang telah disebutkan pemerintah sebagai serangan dari orang dalam kepada pasukan internasional.

Taliban mengaku telah bertanggung jawab atas serangan itu. Zabihullah Mujahid selaku juru bicara Taliban telah mengklaim pada Twitter bahwasannya terdapat 4 tentara Amerika Serikat yang telah terbunuh pada serangan tersebut. Sedangkan militant ISIS telah mengklaim apabila insiden tersebut telah dilakukan salah satu penyusupnya.

“Di siang hari ini, salah seorang tentara Afghanistan telah melepaskan tembakan kepada pasukan Amerika Serikat pada Distrik Achin serta telah menewaskan 2 orang,” ungkap Attaullah Khogyani yang merupakan juru bicara dari provinsi Nangarhar sebagaiamana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com pada Sabtu 11/6/2017.

“Tentara Afghanistas juga ada yang tewas pada insiden tersebut,” imbuhnya.

Ada pun pasukan NATO yang berada di Kabul telah menolak untuk memberikan komentar atas insiden tersebut serta hanya mengonfirmasi akan hal itu.

Pada bulan April yang lalu, militer Amerika Serikat telah menjatuhkan bom non nuklir terbesar pada sebuah kawasan yang berada di distrik Achin. Dimana sudah dikenal sebagai salah satu tempat persembunyian dari ISIS. Bom raksasa tersebut telah menewaskan puluhan militant, tetapi pertarungan diantara kelompok militant serta pasukan koalisi masih terus berlanjut.

Pada sisi lain, insiden yang kerap kali disebut dengan green on blue atau saat pasukan Afghanistan menyerang pasukang koalisi, sudah menjadi salah satu masalah utama NATO ketika bertugas di Afghanistan. Kebanyakan serangan orang dalam etelah dipicu oleh dendam pribadi serta kasalahpahaman budaya dibandingankan akibat plot pemberontak, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh salah seorang pejabat Amerika Serikat.

Be Sociable, Share!