Kabar Internasional – Pasukan Pemerintah Suriah Serang Ghouta Meski Ada Rencana Gencatan Senjata Rusia

Pasukan pemerintah Suriah melancarkan serangan darat di tepi daerah Ghouta yang dikuasai pemberontak pada hari Rabu (28/2). Mereka berusaha untuk mendapatkan wilayah meskipun ada rencana Rusia untuk gencatan senjata lima jam setiap hari, sebuah monitor perang dan sumber di kedua belah pihak mengatakan.

Ratusan orang tewas dalam 11 hari pemboman Ghouta timur, sebuah ladang kota dan peternakan di luar Damaskus yang merupakan daerah pemberontak utama terakhir yang dekat dengan ibu kota. Serangan tersebut telah menjadi salah satu perang sipil paling sengit di Suriah, yang kini memasuki tahun kedelapan.

Dewan Keamanan PBB, termasuk sekutu terkuat Presiden Bashar al-Assad Rusia, mengeluarkan sebuah resolusi pada hari Sabtu yang menyerukan gencatan senjata di seluruh negeri selama 30 hari. Namun tindakan tersebut tidak berpengaruh, dengan Moskow dan Damaskus mengatakan bahwa mereka memerangi anggota kelompok teroris yang dikecualikan dari gencatan senjata tersebut.

Rusia malah meminta gencatan senjata harian lima jam untuk menetapkan apa yang mereka sebut sebagai koridor kemanusiaan sehingga bantuan dapat masuk ke dalam kantong dan warga sipil dan yang terluka dapat pergi. Gencatan senjata pertama terjadi pada hari Selasa namun dengan cepat ambruk saat pemboman dan penembakan dilanjutkan setelah jeda sebentar.

Tidak ada serangan udara selama gencatan senjata lima jam Rabu, namun pemboman berat berlanjut pada sore hari, kelompok pemantauan Observatorium untuk Kelompok Hak Asasi Manusia Suriah melaporkan. Tidak ada tanda-tanda pengiriman bantuan ke daerah yang terkepung.

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah berhasil mengevakuasi “kelompok besar” warga sipil dan Presiden Turki Tayyip Erdogan telah membantu broker evakuasi tersebut. Dia tidak mengatakan kapan warga sipil berhasil pergi.

Kantor berita Anadolu yang dikelola negara mengutip juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan bahwa Erdogan telah meminta evakuasi sekitar 700 orang dari Ghouta timur sebulan yang lalu. Kalin mengatakan Rusia mengatakan kepada Turki bahwa warga sipil telah dibawa ke Damaskus selatan seminggu kemudian, meskipun Erdogan meminta mereka untuk menerima perawatan di Turki. Observatorium mengatakan tidak bisa memastikan evakuasi.

About The Author

Reply