Kabar Internasional – Paus Fransiskus Memakan Kurma pada Rumah Imigran Muslim

Pada kunjungannya di Kota Milan, Italia, Paus Fransiskus sempat melawat pada rumah keluarga sekelas pekerja, yaitu rumah seorang imigran.

Pada kunjungannya di hari tersebut, Paus tak mengawali lawatannya dengan mendatangi sebuah gereja katedral, namun menuju tiga apartemen kecil yang berada di pinggiran kota Milan. Salah satu rumah yang menjadi tujuannya ialah rumah dari Mihoual Abdul Karim yang merupakan imigran muslim yang berasal dari Maroko. Abdul Karim telah tinggal bersama dengan istri serta tiga anaknya.

“Ini memang begitu emosional. Seperti telah dikunjungi oleh seorang teman,” ungkap Karim sebagaimana yang telah dilansir dari Reuters pada Minggu 26/3/2017.

Selama berada di rumah Karim, nampak Paus telah disuguhi dengan makanan kecil, kurma, kacang, sejumlah kue dan susu.

Semenjak terpilih untuk menjadi paus di tahun 2013 silan, mantan uskup Buenos Aires tersebut telah menunjukkan pembelaannya pada kaum yang tertindas. Selama dirinya menjadi paus, pemimpin dari 1,2 milliar umat Katolik seluruh dunia tersebut juga kerap kali menunjukkan gaya hidup yang sederhana.

Pada kunjungannya di Kota Milan kemarin, Paus pun nampak terlihat hanya berjalan kaki menuju kawasan pinggiran kota. Dirinya pun memakai toilet umum layaknya orang biasa pada umumnya.

Saat berkunjung di rumah Karim, Paus Fransiskus pun juga nampak menikmati kurma dengan lahapnya. Dirinya dengan mudahnya berbaur bersama warga, meski pun warga tersebut juga bukan merupakan warga Katolik.

Paus nampak begitu menikmati waktu kunjungannya pada rumah imigram muslim tersebut. Dirinya bercengkrama dengan santai dan nampak menikmati saat berkumpul bersama dengan para keluarga Karim. Hal itu sekaligus juga menunjukkan adanya toleransi beragama yang sudah dilakukan oleh Paus. Paus telah menunjukkan bahwa kebersamaan itu begitu indah, begitu membahagiakan. Tidak ada rasa takut meski berada di tengah – tengah pemeluk agama Islam.

Atas kunjungan Paus menuju rumah imigran muslim tersebut, telah mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, terutama dari komunitas muslim yang berada di Milan. Kunjungan Paus tersebut juga bisa memberikan pengaruh akan pentingnya saling menghargai dan menghormati kepada seluruh orang, tanpa memandang adanya perbedaan agama mau pun keyakinan masing – masing.

About The Author