Kabar Internasional – Pemerintah Amerika Serikat Terancam Tutup pada Hari ke – 100 Trump

Gedung Putih masih terus mendesak akan anggaran pembangunan tembok pada perbatasan Meksiko menjelang tenggat waktu Kongres yang akan berlangsung pada akhir pekan nanti. Hal itu memicu pertanyaan terkait atas kemungkinan bahwasannya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akan menutup pemerintahan pada hari ke – 100 dirinya menjabat.

Anggaran untuk tembok itu merupakan salah satu janji utama dari Trump ketika kampanye serta nampaknya Gedung Putih pun masih berkeras agar melakukan Kongres guna menyetujui uang muka yang merupakan bagian atas anggaran Amerika Serikat.

Mick Mulvaney selaku Kepala Bidang Anggaran Gedung Putih mengungkapkan apabila pemerintah saat ini tengah bersiap guna memberikan Partai Demokrat sebuah kelonggaran terkait dengan reformasi akan layanan kesehatan guna membujuk mereka supaya menyetujui anggaran untuk pembangunan tembok tersebut.

Tetapi, apabila pembangunan tembok tersebut tidak dibiayai, apa Presiden Donald Trump akan memveto keseluruhan anggaran? Mengambil resiko dengan penutupan pemerintahan pada Sabtu ini, yang bertepatan dengan hari ke – 100 Trump sebagai Presiden Amerika Serikat?

“Kami masih belum mengetahuinya,” ungkap Mulvaney pada Fox News sebagaimana yang telah dikutip dari AFP pada Senin 24/5/2017.

“Kami juga meminta hal yang telah menjadi prioritas kami, serta penting bagi kami untuk bisa menawarkan pada Demokrat, beberapa hal yang telah menjadi prioritas bagi mereka,”iImbuhnya.

Momok penutupan pemerintahan memang kerap kali menghantui proses negosiasi anggaran Amerika Serikat. Ancaman tersebut kerap kali mampu diatasi, tetapi sempat pula beberapa kali terjadi, terakhir kalinya pada tahun 2013 yang lalu, ketika pemerintah ditutup dalam kurun waktu 16 hari dikarenakan adanya perselisihan terkait anggaran reformasi layanan kesehatan yang telah dicetuskan oleh Barack Obama.

Sepertinya, kali ini Demokrat tidak tertarik berkompromi.

“Saya pun berharap Presiden tak akan berkeras,” ungkap Senator Dick Durbin selaku orang nomor dua di Senat dari Demokrat.

“Membayangkan dirinya akan menutup pemerintahan Amerika Serikat dikarenakan permohonan untuk anggaran tembok perbatasan, ini sangat tidak jelas. Ini sama sekali tak akan bisa kita biayai pada saat ini. Hal itu telah ditentang oleh Republik dan Demokrat. Hal itu pun akan menjadi puncak dari ketidakbertanggungjawaban,” tegasnya.

Mulvaney juga menambahkan apabila penutupan pemerintahan tidak akan diharapkan serta bukan menjadi sebuah alat.

“Kami menginginkan prioritas kami untuk dibiayai serta salah satu prioritas yang paling besar ketika kampanye ialah keamanan pada perbatasan. Menjaga warga Amerikar aman serta salah bagian dalan janji tersebut ialah dibangunnya tembok perbatasan,” pungkasnya.

About The Author