Kabar Internasional – Pemilu May Gagal, Inggris Tengah Dilanda Kekacauan Politik

 

Warga Inggris telah menghantam pemimpinnya sendiri, yakni Theresa May. Pada pemilu cepat yang sudah digagasnya guna memperkuat pemerintahan pada saat menghadapi Brexit. Keinginan tersebut telah berbalik merugikan dirinya ketika Partai Konservatif yang telah dipimpinnya, sebaliknya justru telah kehilangan mayoritas kursinya di parlemen.

Setelah adanya pemilu yang berakhir tanpa adanya pemenang, May telah memberikan sinyal untuk terus berjuang. Setelah sempat disebutkan tidak memiliki harapan, sang rival Jeremy Corbyn dari Partai Buruh, saat ini justru telah meminta May agar mengundurkan diri serta menyatakan berniat membentuk pemerintahan minoritas.

Sesudah malam bersejarah tersebut, politikus serta pengamat telah menyebutkan apabila keputusan May menggelar pemilu dengan lebih cepat, merupakan kesalahan yang begitu besar serta memperolok performanya ketika kampanye. Meski pun demikian, dirinya tetap berminat maju terus.

Pada saat ini, Inggris tengah berada pada situasi parlemen yang menggantung serta May telah menjadi salah satu perdana menteri yang harus mencoba untuk membentuk pemeritahannya, baik itu kekuatan minoritas atau pun melakukan koalisi.

Apabila May sudah berhasil dalam membentuk pemerintahan, maka dirinya pun harus berhadapan dengan Majelis Tinggi. Pada saat ini, pemerintah harus memperoleh mosi kepercayaan sesudah pembukaan parlemen 19 Juni.

Tetapi apabila May mengalami kegagalan dalam membentuk pemerintahan maupun tak mendapat mosi kepercayaan, maka dirinya harus mengajukan pengunduran diri pada Ratu Elizabeth ll.

Selanjutnya kerajaan akan memberi kesempatan bagi Jeremy Corbyn selaku pemimpin dari Partai Buruh yang merupakan oposisi terkuat guna membentuk pemerintahan. Apabila dirinya juga mengalami kegagalan, maka parlemen pun akan dibubarkan serta pemilu akan kembali diselenggarakan.

Kondisi parlemen yang menggantung, memang sangat jarang bisa terjadi di Inggris. Semenjak akhir abad 19, kejadian parlemen gantung hanya terjadi lima kali. Terakhir kali terjadi pada saat pemerintahan David Cameron yang mampu bertahan selama 5 tahun dari Mei 2010.

Berdasarkan laporan dari Sky News telah menyebutkan apabila Partai Uni Demokrat Irlandia Utara, akan memberikan dukungan yang memungkinkan agar Partai Konservatif bisa mencapai 326 kursi yang memang dibutuhakan untuk bisa menjadi mayoritas parlemen. Tetapi, sampai dengan saat ini Partai Uni Demokrat masih enggan memberikan komentar.

 

Be Sociable, Share!