Kabar Internasional – Pendapatan ISIS Mengalami Penurunan 80 Persen dalam 2 Tahun Terakhir

 

Analis HIS Markit telah memperkirakan bahwa pendapatan ISIS telah mengalami penurunan hingga 80 % dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini. Hal itu terjadi seiring akan hilangnya wilayah dan mengakibatkan hilangnya pendapatan yang datang dari pajak dan minyak.

Berdasarkan data monitor konflik dari HIS Market di kuartal kedua pada tahun ini, pendapatan ISIS tercatat senilai US$ 16 juta disetiap bulannya atau setara dengan Rp 210 miliar disetiap bulannya. Pendapatan itu menurun tajam dibandingkan pada periode yang sama di tahun lalu, dimana pendapatan mereka bisa mencapai US$ 81 juta atau setara Rp 1,06 triliun.

Data itu telah diperoleh berdasarkan hasil wawancara, sumber oposisi Suriah, Perserikatan Bangsa – Bangsa serta dokumen ISIS. Laporan itu telah menggarisbawahi perubahan pendapatan dari kelompok teroris palingh kala itu daro pengenaan pajak pada wilayah kekuasannya. Lalu penjualan minya di pasar gelap sampai penyelundupan artefak arkeologi serta permintaan uang tebusan dari tindak penculikan.

“Kehilangan wilayah merupakan factor utama yang telah menyebabkan turunnya pendapatan dari ISIS,” ungkap Ludovico Carlino selaku Analis Timur Tengah IHS Markit sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com.

Dirinya telah menjelaskan bahwasannya rata – rata pendapatan ISIS disetiap bulannya sudah mengalami penurunan sebsar 88 % dibandingkan dengan tahun 2015. Sementara itu, pendapatan yang datang dari sector pajak serta rampasan, juga mengalami penurunan hingga 79 %.

Tiga tahun semenjak kelompok itu mendeklarasikan negera Islam dan bergaya sendiri di Irak dan Suriah, ternyata ISIS mengalami penurunan pendapatan.

Begitu cepatnya penurunan pendapatan itu, diakibatkan karena mulai hilangnya wilayah kekuasaan ISIS di Mosul. Dimana Mosuk merupakan pusat kegiatan terbesar yang ada di Irak serta menjadi ibukota Suriah secara de fakto. Pengatamatan dari IHS Market telah memperkirakan apabila ISIS sudah kehilanagn 60 % wilayah kekuasaannya semenjak bulan Januari 2016.

ISIS diperkirakan akan segera penyesuaikan diri dari penurunan pendapatan serta wilayah jajahannya dengan cara melakukan serangan cerdas, mengejutkan dan berpindah – pindah.  Cara ini diprediksi cukup efektif untuk ISIS, tetapi benar tidaknya hal itu, saat ini masih belum diketahui secara pasti.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author