Kabar Internasional – Pengacara Muslim Ditembak Mati di Bandara Myanmar

 

Seorang pengacara muslim dan juga penasihat hukum untuk sebuah pastai NLD atau Liga Nasional Demokrasi yaitu U Ko Ni  telah ditembak mati dari seorang yang tidak dikenal saat berada di bandara Yangon setelah dia pulang dari sebuah diskusi yang ada di Indonesia pada hari Minggu,29/01/2017.

Seorang petugas dari keamaanan bandara telah mengatakan kepada pihak AFP seperti yang telah dilansir dalam cnnindonesia.com pada hari Senin, 30/01/2017 bahwasannya Ko Ni telah ditembak disaat baru saja memasuki sebuah taksi di terminal kedatangan paada pukul 17:00 Waktu Setempat. Seorang supir taksi yang telah ditumpanginya  juga telah dikabarkan tewas.

“Dari informasi yang telah di terima, Ko Ni dan juga sopir taksinya telah tewas. Ada seorang pria yang tak dikenal telah menembak kepalanya disaat sedang menghampiri taksi. Dia lalu ditahan,”jelas salah satu sumber informasi tersebut.

Dari pihak kepolisian juga belum melansir dari indentitas pelaku. Namun, pihak Myanmar Times telah melaporkan bahwa pelaku tersebut adalah pria yang berusia 53 tahun dan bersal dari Mandalay. Pelaku itu sedang dilakukan interogasid an juga polisi belum juga bsia memastikan adanya motif penembakan itu.

Habibie Center dari penyelenggara konferensi yang telah dikunjungi Ko Ni yaitu di Jakarta, telah menyatakan belasungkawa telah melalui sebuah pernyataan. Di dalam sebuah pernyataan itu Habibie Center telah menjabarkan bahwasannya Ko Ni adalah salah satu dari anggota delegasi yanmar di dalam diskusi bertajuk Demotratic Transition, Miltary Reform & Communal Conflict pada tahun 1999 sampai 2003.

Selama itu, Myanmar memang masih saja bergelut dengan adanya masalah transaksi dari kekuasaan dari militer dari pemerintahan yang teah dipilih secara demokratis di tahun 2015 silam. Pemilu yang telah dimenangkan dari NLD tersebut dianggap sebagai sebuah harapan baru  untuk Myanmar.

Tapi setelah NLD telah berkuasa,masih banyak sekali pemberontakan dan juga kekerasan kepada kaum mimnoritas. Dengan adanya penduduk mayoritas dari Buddha maka sejumlah etnis Muslim minoritas termasuk juga kaumRohingya memang kerap didiskriminasi dan bahkan dibunuh dan disiksa.

Dari beberapa bulan ini, kekerasan dari Rohingya kembali dari maraknya terjadi di berbagai negara bagian Rakhine. Walaupun beberapa negara di bagian Myanmar masih saja bergejolak, maka Yangon adalah daerah yang sudah dikenal dengan wilayah bisnis dengan lingkungan yang begitu aman.

Be Sociable, Share!