Kabar Internasional – Permintaan Tebusan Tak Dipenuhi, Abu Sayyaf Memenggal Sandera WN Jerman

Kelompok pemberontak pimpinan Abu Sayyaf yang berada di kawasan Filipina, telah membunuh salah seorang sandera warga negara Jerman. Kabar tersebut telah dilansir dari salah satu situs intelijenm SITE, sebagaimana yang telah dikutip dari AFP.

Ada sebuah video yang sudah diunggah oleh kelompok tersebut, dimana hal itu selalu mendapatkan pantauan dari SITE. Pada video tersebutm telah menunjukkan bagaimana seorang tawanan yang bernama Jurgen Kantner telah dibunuh.

Kelompok yang terafiliasi dengan teroris ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) tersebut, nampak telah memenggal kepala dari Kantner. Hal itu dilakukan karena permintaan tebusan tidak dipenuhi. Oleh karena itu, para pemberontak mungkin ingin membuktikan apa yang menjadi ancamannya itu benar terjadi, tidak hanya omong kosong belaka.

Jurgen Kantner merupakan salah seorang pelaut yang berasal dari Jerman serta sudah diculik oleh kelompok pimpinan Abu Sayyaf dari kapalnya ketika berlayar di perairan Filipina 6 November 2016 lalu.  Sebelumnya, kelompok pimpinan Abu Sayyaf telah meminta uang tebusan senilai 485.264 poundsterling guna pembebasan dari Kantner.

Sebagaimana yang telah diberitakan oleh laman The  Suns, bahwasannya Kantner memang sempat terlihat pada sebuah rekaman video dari kelompok Abu Sayyaf yang telah diunggah pada 14 Februari yang lalu.

Di dalam rekaman tersebut, nampak Kantner telah meminta bantuan pada Kedutaan Besar Jerman guna membayarkan terbusan tersebut. Apabila tebusan tersebut tidak segera dipenuhi, maka dirinya pun akan dieksekusi oleh kelompok perompak itu.

Kelompok pimpinan Abu Sayyaf itu sejak awal telah menyebutkan bahwa mereka akan segera melakkan pembunuhan kepada sandera apabila permintaan tersebut tidak segera dipenuhi hingga hari Minggu pukul 9:00 waktu Filipina. Karena tebusan yang telah diminta tidak kunjung dipenuhi, akhirnya kelompok Abu Sayyaf benar – benar membuktikan ancamannya dengan membunuh sandera yang bernama Kantner tersebut.

Pada video tersebut nampak salah seorang anggota militant Abu Sayyaf telah memenggal kepala Kantner dengan menggunakan sebilah parang.

Atas tindakan tersebut, Pemerintah Filipina pin mengecam kerak aksi ‘pemenggalan sandera’ tersebut. Kecaman itu muncul tidak lama setelah militan Abu Sayyaf telah menguggah video pembunuhan tersebut.

About The Author