Kabar Internasional – PM Irak Resmi Deklarasikan Kemenangan dari Kebutralan Mosul

 

Haider al – Abadi selaku Perdana Menteri Irak, telah mendeklarasikan kemenangan dari kebrutalan dan terorisme yang terjadi di Mosul. Hal tersebut terjadi setelah pada akhir pekan yang lalu, pasukannya sudah berhasil mengalahkan ISIS pada kota tempat kelompok militant tersebut mengumumkan kekhalifahannya di tahun 2014 silam.

“Kemanangan sudah kita raih. Ini merupakan kemenangan atas kegelapan. Sebuah kemenangan atas kebrutalan serta terorisme. Saya pun mengumumkan pada dunia bahwasannya ini merupakan akhir atas kegagalan serta runtuhnya negara mitos teroris atau ISIS,” ungkap Abadi sebagaimana yang telah dilansir dari CNNIndonesia.com pada Selasa 11/7/2017.

Pasukan keamanan pun ikut menyambut deklarasi tersebut. Mereka nampak begitu bergembira dan riuh dalam sorak sorai kemenangan. Mereka pun menari – nari sembari mengibarkan bendera serta mengacungkan senjata.

Tetapi, koalisi Amerika Serikat yang juga membantu pasukan Irak dalam mengalahkan ISIS yang ada di Mosul mengingatkan bahwasannya kemenangan tersebut bukan berarti akhir atas perlawanan perang menghadapi kelompok militant itu secara menyeluruh.

“Kemenangan tak akan menghapus ISIS serta masih akan ada lagi pertarungan yang sengit serta harus dilaksanakan. Tetapi, kekalahan pada satu kota yang merupakan basis terbesar dari kekhalifahan ISIS, tentu saja menjadi sebuah pukulan yang begitu telak,” ujar Stephen Townsend selaku komandan operasi internasional anti – ISIS.

Tidak hanya itu saja, pembangunan kembali dari Kota Mosul akan sesegera mungkin dilakukan. Pemerintah Irak pun akan berupaya untuk membantu warganya agar bangkit atas keterpurukan. Itu juga menjadi salah satu tantangan untuk pemerintahan Irak.

Kemenangan di Mosul ini memang didapatkan dengan harga yang mahal. Tidak hanya dari banyaknya bangunan yang mengalami kerusakan, namun juga ada banyak warga sipil yang telah tewas menjadi korban. Bahkan setengah dari penduduk di kota Mosul lebih memilih untuk meninggalkan rumahnya sendiri.

PBB telah melaporkan apabila setelah operasi perebutan Mosul dilakukan oleh pasukan Irak di bulan Oktober tahun lalu, sudah ada sekitar 920 warga yang memilih untuk mengungsi. Saat ini, sudah ada sebagian warga yang telah kembali, tetapi nasib yang lainnya juga masih ada yang terkatung – katung.

Ada sejumlah kelompok pemerhati Hak Asasi Manusia yang telah mengingatkan bahwasannya kriris kemanusiaan memang masih jauh dari kata akhir. Amnesty Internasional juga mendesak untuk segera melakukan pembentukan komisi guna menyelidiki kekerasan warga sipil yang terjadi di Mosul.

Be Sociable, Share!