Kabar Internasional – Presiden Filipina Diklaim Trump Telah Melakukan Pekerjaan yang Hebat

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyadari kritik yang ditujukan kepada Flipina atas perang kontroversialnya melawan narkoba. Juru bicara Duterte pada hari Selasa (2/5) mengatakan bahwa dia memuji di karena telah melakukan pekerjaan yang bagus saat mereka berbicara.

Undang Trump kepda pemimpin Filipina untuk mengunjunginya di Gedung Putih yang menimbulkan badai kritik di Washington karena skala pertumpahan darah dari kampanye anti narkoba yang digalakkan Duterte, yang telah membunuh ribuan orang selama sepuluh bulan terakhir.

Gedung Putih membela undangan yang dibuat saat menerima telepon pada hari Sabtu (29/4), yang mengakui bahwa meskipun hal asasi manusia merupakan isu penting, Washington membutuhkan sekutu di Asia untuk mengatasi ancaman global pengembangan senjata nuklir Korea Utara.

Juru bicara Duterte, Ernesto Abella, mengatakan bahwa Trump sangat menyadari kritika untuk Duterte, nmaun telah memujinya dirinya karena telah melakukan pekerjaan dengan baik mengingat berat dan besarnya kondisi di Filipina.

Tidak jelas apakah Abella mengutip Trump sebagai memuji kampanye anti narkoba secara khusus, atau penampilan Duterte sebagai presiden pada umumnya.

“Saya yakin bahwa menyadari semua pertimbangan ini,” kata Abella yang menambahkan yang mengacu pada Trump.

“Namun, dari sudut pandangannya, sepertinya presiden Filipina sedang melakukan pekerjaan yang masuk akal,” tambah Abella.

Duterte telah menerima kecaman yang meluas oleh negara-negara Barat karena kegagalan untuk membatasi pembunuhan tersebut dan menangani tuduhan para aktivis tentang pembunuhan sistematis yagn disponsori oleh polisi oleh pengguna narkoba dan pengedarnya, yang ditolak oleh pihak yang berwenang.

Duterte juga mendapatkan pujian karena menangani salah satu perkonomian dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dan sebuah agenda kebijakan yang diarahkan untuk mendukung petani dan usaha kecil, mengembangkan infrastruktur dan memerangi kemiskinan di negara tempat seperlima orang hidup dengan uang US$ 1 per hari.

Namun, para kritikus mengatakan bahwa Trump telah melangkah terlalu jauh dengan sebuah undangan yang sama dengan pengesahan pendekatan berdarah-darah yang dilakukan oleh Duterte terhadap hukum dan ketertiban.

Duterte juga dikenal karena menggunakan bahwa yang kotor dalam menyindir Amerika Serikat setiap hari karena apa yang dia sebut sebagai sejarah kemunafikan. Dia pekan lalu menyebut bahwa New York Times sebagai “bajingan” karena liputan kampanye anti-narkobanya.

Be Sociable, Share!