Kabar Internasional – Presiden Jokowi Digugat karena Tidak Cukup Melindungi Siti Aisyah

 

Boyamin Saiman yang merupakan pengacara dan sekaligus ketua Masyarakat Anti – Korupsi Indonesia telah menggugat Presiden Joko Widodo. Hal ini dilakukan sebab Presiden Jokowi dianggap tak memberikan cukup perlindungan bagi warga Indonesia yang telah dituduh terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, yakni Siti Aisyah.

King Jong Nam merupakan kakak tiri dar Kim Jong Un,i Pemimpin Korea Utara. Kim Jong Nam telah dibunuh dengan memakai racun penghacur masal ketika berada di bandara Internasional Kuala Lumpur pada bulan Februari yang lalu. Amerika Serikat dan Korea Selatan telah menyebutkan apabila Korea Utara ada di balik pembunuhan itu.

“Pada hari ini, saya Boyamin Saiman yang merupakan warga negara telah mengajukan gugatan terhadap Presiden Republik Indonesia,” ungkap Boyamin dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana yang telah dilansir dari CNNIndoensia.com pada Kamis 8/6/2017.

“Gugatan tersebut terkait akan minimnya pembelaan yang telah diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia terhadap Warga Negara Indonesia, Siti Aisyah yang telah dituduh sudah membunuh Kim Jong nam,” imbuhnya.

Gugatan wanprestasi tersebut telah diajkan dengan NP 315/Pdt.G/2017 pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Alasan Boyamin melakukan gugatan ini dikarenakan dirinya menyakini apabila Siti Aisyah bukanlah pelaku dalam kasus yang telah menjeratnya.

“Dirinya merupakan korban yang tengah membutuhkan kehadiran dari negaranya untuk melakukan pembelaan sesuai dengan Nawacita,” tambahnya.

Pengadilan Malaysia pun memutuskan proses hokum dari Siti Aisyah akan diteruskan menuju Pengadilan Tinggi Shah Alam di akhir bulan Mei silam. Pada waktu itu, Retno LP Marsudi selaku Menteri Luar Negeri Republik Indonesia telah mengatakan apabila tim perlindungan Warga Negara Indonesia terus melakukan pendampingan dalam proses hokum Siti.

Dirinya juga telah menuturkan apabila tim pengacara Siti Aisyah pada saat ini tengah menunggu dari salinan bukti jaksa penuntut supaya bisa menyusun strategi untuk melakukan pembelaan bagi warga Banten tersebut.

“Pengacara kita tengah menunggu tanggal persidangan yang akan dilangsungkan di Pengadilan Tinggi serta selinan bukti agar bisa dipelajari. Meski pun demikian, kami akan tetep memegang prinsip praduga tidak bersalah, sebelum nanti hakim benar – benar mampu membuktikannya,” ujar Retno ketika ditemui di kantornya.

Be Sociable, Share!