Kabar Internasional – Putra Muhammad Ali Telah Tertahan di Bandara, Imbas Kebijakan Trump

 

Perintah eksekutif yang telah diterbitkan oleh Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat tak hanya berimbas dari para pendatang yang berasa dari 7 negara mayoritas Islam. Namun atas kebijakan Trump tersebut, juga telah berimbas pada warga sendiri yang juga ikut terjaring. Itulah yang sudah dialami oleh putra dari petinju legendaris dunia, Muhammad Ali.

Sebagaimana yang telah dilansir dari belfasttelegraph.co.uk pada Minggu 26/2/2017, putra dar petinju Legendaris dunia, Muhammad Ali Jr (44 tahun), telah ditahan oleh petugas imigrasi sesaat setelah dirinya mendarat pada Bandara Florida. Penahanan tersebut telah dilakukan karena dirinya telah mengakui sebagai pemeluk dari agama Islam setelah ditanya terkait dengan keturunan serta agamanya.

“Meski pun dirinya telah menyampaikannya pada petugas bahwasannya dirinya merupakan putra dari Ali serta telah dilahirkan sebagai warga negara Amerika Serikat,” ungkap Chris Mancini selaku sahabat dari keluarga Muhammad Ali yang juga sekaligus sebagai pengacara.

Ali Jr tengah bersama Khalilah Camacho Ali, ibunya, yang baru saja kembali pada acara Black History Month yang berlangsung di Jamaika. Saat tiba pada bandara Florida, kemudian keduanya telah dipisahkan sesaat guna menjalani pemeriksaan imigrasi pada Bandara InternasionaI Fort Lauderdale – Hollywood.

Namun Camacho Ali pun langsung dilepaskan hanya beberapa saat setelah dia memperlihatkan fotonya bersama dengan sang suami yang merupakan mantan dari juara tinju dunia tersebut. tetapi Ali Jr tidak mampu menunjukkan hal yang sama pada petugas sehingga membuatnya terus berada pada ruang penahanan. Dirinya telah berada pada ruangan tersebut dalam kurun waktu 2 jam.

Hal ini merupakan untuk kali pertama bagi keduanya ketika ditanya terkait dengan kepercayaan mereka sebagai seorang Muslim saat kembali ke Amerika Serikat.

“Dari cara mereka telah diperlakukan, atas apa yang telah dikatakan pada mereka, mereka pun tak mampu memberikan penjelasan yang rasional sebab mereka telah terjebak pada program profiling yang telah dijalankan oleh pegawai cukai. Hal itu telah didesain guna menggali informasi dari siapa saja yang telah mengaku sebagai seorang Muslim,” imbuh Mancini.

“Sangat jelas bisa penahanannya itu telah dipicu atas nama Arab serta agamanya,” tegasnya.

Be Sociable, Share!