Kabar Internasional – RI Meminta Malaysia Menyepakati Perjanjian Perbatasan

 

Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri Indonesia telah meminta Malaysia bisa segera menyepakati perjanjian perbatasan. Baik perbatasan darat maupun perbatasan laut. Hal itu berguna untuk segera menyelesaikan sengketa territorial yang telah terjadi diantara kedua negara.

“Indonesia telah meminta Malaysia untuk menyepakati provisional territorial of seal boundary atau PTSB yang selama ini telah dibahas oleh kedua negara. PTSB pun memberikan impetus pada kemajuan penyelesaian negosiasi perbatasan kedepannya,” ungkap Retno sesudah bertemu dengan Anifah Aman selaku Menteri Luar Negeri Malaysia di Jakarta pada Jum’at 11/8/2017.

Berdasarkan perjanjian perbatasan tahun 1915, kedua negara pun telah mempunyai setidaknya ada sembilan sengketa perbatasan darat serta lima diantaranya telah mencangkup wilayah diantara Sabah dan Kalimantan Utara. Empat sengketa yang lainnya telah mencangkup wilayah diantara Serawak dan Kalimantan Barat.

Retno pun mengatakan semenjak pertemuan Join Commision for Bilateral Cooperation di tahun 2015 silam, Malaysia dan Indonesia sudah melakukan sedikitnya sembilan kali pertemuan teknis membahas penyelesaian atas sengketa perbatasan diantara kedua negara.

Terkait atas sengketa perbatasan maritim Kuala Lumpur dan Jakarta, telah sepakat PTSB terkait perbatasan pada sekitaran Laut Sulawesi.

Indonesia dan Malaysia pun sudah menandatangani nota kesepahaman atau MoU No 20 terkiat atas pengakuan bersama atas perbatasan internasional dari kedua negara.

Pada pertemuan terakhir oleh Perdana Menteri Najib Razak dan Presiden Joko Widodo di tahun 2015 silam, kedua pemimpin tersebut telah sepakat untuk mempercepat proses penyelesaian lima sengketa di perbatasan darat pada wilayah Sabah dan Kalimantan Utara, begitu pula dengan 4 sengketa Serawak dan Kalimantan Barat.

Selain membahas terkait perbatasan, Anifah dan Retno pun telah mendiskusikan sejumah isu yang telah menjadi fokus hubungan dari kedua negara. Mulai penguatan kerjasama ekonomi sampai penguatasn perlindungan untuk tenaga kerja.

“Indonesia – Malaysia merupakan rekan utama serta begitu erat dalam hubungan bilateral atau pun di kancah internasional. Hubungan dari kedua negara pun semakin baik pada beberapa tahun belakangan ini serta diharapkan akan terus mampu dipertahankan,” jelas Anifah.

Be Sociable, Share!