Kabar Internasional – Rombak Kabinet, Abe Rangkul Oposisi

Shinzo Abe selaku Perdana Menteri Jepang telah melakukan perombakan kabinet di hari Kamis 3/8/2017 yang bertujuan untuk bisa menarik simpati public. Hal itu dilakukan menyusul popularitasnya yang terjun bebas dalam beberapa bulan terakhir ini.

Pada susunan kebinet paling barunya, Abe telah mendepak sejumlah menteri yang berpandangan konservatif serta justru sudah merangkul kelompokk oposisi. Hal itu untuk memuluskan tujuan politik itu.

Abe yang pada saat ini menduduki kursi sebagai perdana menteri semenjak Desember 2012 tersebut, berusaha untuk mendorong agenda nasionalisme serta upaya kebijakan secara besar – besaran guna mengakhiri deflasi pada tahun lalu serta memajukan ekonomi menjadi nomor 3 di dunia tersebut.

Namun dukungan public terhadap Abe saat ini terus mengalami penurunan, utamanya dalam beberapa bulan ini. Hal itu menyusul atas isu politis yang telah menerpanya, begitu pula dugaan adanya nepotisme yang telah dengan tegas sudah dibantahnya.

Liberal Democratic Party yang merupakan Partai Abe, telah menderita kekelahan pada pemilihan umm yang berlangsung pada bulan lalu. Sejumlah analis serta sejumlah surat kabar pun menyalahkan apabila kekalahan tersebut terjadi karena arogansi pihak Abe dimana terus meningkat.

“Saya begitu menyesalkan kekurangan yang sudah mengundang datangnya situasi ini,” ujar Abe, satu hari menjelang pengumuman dari perubahan kabinet, sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com pada Kamis 3/8/2017.

Abe telah menunjuk Itsunori Onodera selaku mantan Menteri Pertahanan, kembali pada jabatannya. Hal itu dilakukan setelah Tomomi Inada yang merupakan sekutu dekatnya telah memutuskan untuk mengundurkan diri pada pekan lalu. Mundurnya Inada tersebut berkaitan atas skandal penanganan dokumen kemiliteran.

Tidak hanya itu saja, Abe pun menunjuk sejumlah anggota legislative yang kerap kali berseberangan dengan dirinya. Kemungkinan itu juga menjadi salah satu dari strategi yang diterapkan oleh Abe.

Taro Kono salah satunya. Pejabat yang kini menduduki jabatan Menteri Luar Negeri telah menggantikan posisi dari Fumio Kishida. Kono telah dikenal sebagai salah satu pendukung konsep anti nuklir. Tentu saja hal tersebut bertentangan dengan pandangan Abe yang telah mendukung adanya pemakaian energi nuklir.

About The Author