Kabar Internasional – Rusia dan Turki menyerang ISIS di Aleppo

 

Pemerintah Rusia dan Turki telah bekerja sama guna melakukan operasi serangan udara terhadap ISIS. Hal tersebut terjadi setelah selama ini kedua bila pihak selalu bertolak belakang pada perang sipil di Suriah.

Serangan gabungan tersebut telah berlangsung pada Kota Al – Bab yang berada di Provinsi Aleppo. Pada wilayah tersebut, tentara Turki serta pemberontak Suriah tengah mencoba untuk memberangus ISIS.

“Ada sekitaran 9 pesawat tempur milik Rusia serta 8 pesawat tempur miliki Turki yang tengah menyerang serta menghancurkan setidaknya ada 36 target,” ujar Letnan Jenderal Sergei Rudskoi salah seorang pejabat senior pada Kementerian Pertahanan Rusia sebagaimana yang telah dikutip dari The Telegraph.

Rudskoi telah mengungkapkan bahwa hal ini untuk yang pertama kalinya antara Moskow dengan Ankra telah bekerja sama dalam bidang militer. Dimana hal itu telah menandakan bahwa sudah membaiknya hubungan dari kedua negara pada saat ini.

Alasan lainnya ialah karena selama ini pemerintah Rusia telah memberikan dukungan terhadap rezim dari Presiden Bashar Al – Assad untuk melakukan perlawanan terhadap pemberontak. Sementara itu, Amerika Serikat dan Turki justru berada pada pihak sebaliknya dan ingin menggulingkan pemerintah.

Meski pun demikian, langkah yang diambil oleh militer Turki ini sudah dianggap mampu memicu amarah dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Hal itu dikarenakan Turki merupakan anggota dari NATO dan sudah melakukan kerja sama bersama Rusia yang merupakan musuh bebuyutan dan dianggap NATO merupakan ancaman utama dari keamanan Eropa.

Kerja sama yang terjadi diantara kedua negara tersebut pun sebelumnya tidak pernah terpikirkan, sebab hubungan antara Moskow dengan Ankara sempat memanas. Hubungan keduanya pun sempat terputus setelah adanya insiden penembakan pada pesawat tempur dari angkatan udara Rusia yang diduga telah dilakukan oleh Turki pada perbatasan Rusia.

Normalisasi dari hubungan kedua negara pun kembali terjali setelah Recep Tayyip Erdogan selaku Presiden Turki telah meminta maaf dengan cara langsung pada Vladimir Putin selaku Presiden Rusia atas insiden tersebut pada bulan Juni tahun lalu

Hubungan baik antara Moskow dengan Ankara pun berhasil membantu akan tercapainya gencatan senjata pada seluruh wilayah Suriah.

Be Sociable, Share!