Kabar Internasional – Rusia Ikut Campur Tangan dalam Pemilihan Meksiko

Pemerintah Rusia telah meluncurkan sebuah kampanye yang canggih untuk mempengaruhi pemilihan presiden 2018 di Pemilu Meksiko. Dan mereka membangkitkan divisi, kata pejabat senior Gedung Putih dalam sebuah video klip yang diterbitkan oleh surat kabar Meksiko, Reforma. Penasihat Keamanan Nasional AS H.R. McMaster mengatakan dalam sebuah pidato bulan lalu di Yayasan Jamestown yang berbasis di Washington bahwa sudah ada bukti campur tangan Rusia dalam pemilihan Meksiko yang ditetapkan pada bulan Juli.

“Kami telah melihat bahwa ini benar-benar upaya yang canggih untuk memolarisasi masyarakat demokratis dan komunitas pit di dalam masyarakat tersebut satu sama lain,” kata McMaster dalam klip video yang sebelumnya tidak dilaporkan dari 15 Desember yang dimuat di Twitter oleh seorang reporter dengan harian Meksiko koran Reforma pada hari Sabtu (6/1).

“Anda sudah pernah melihat tanda-tanda awal dalam kampanye kepresidenan Meksiko,” kata McMaster, seorang mantan jenderal Angkatan Darat. Dia tidak merinci klip tentang bagaimana Rusia berusaha mempengaruhi pemilihan.

Reforma menerbitkan sebuah berita pada hari Sabtu (6/1) tentang komentar tersebut, yang sejak saat itu telah sering dibagikan di media sosial. Ajudan keamanan senior senior Donald Trump ditambahkan dalam klip bahwa pemerintah AS prihatin dengan penggunaan alat cyber canggih di Rusia untuk mendorong propaganda dan disinformasi.

Sebuah permintaan untuk komentar dikirim ke kantor McMaster di Gedung Putih dan sebuah permintaan untuk mendapat komentar dari pemerintah Rusia di Moskow tidak segera dikembalikan pada hari Minggu (7/1). Kremlin telah berulang kali membantah tuduhan oleh pejabat intelijen AS dan pihak-pihak lain yang mencengkeram pemilihan asing.

Pada bulan Juli, Meksiko akan memilih presiden baru untuk menggantikan Enrique Pena Nieto, yang dilarang oleh undang-undang untuk mencari masa jabatan enam tahun kedua. Kursi Kongres ditambah beberapa balapan gubernur juga akan diperebutkan.

Menurut jajak pendapat, kandidat terdepan dalam kontes kepresidenan adalah mantan walikota kiri Mexico City, Andres Manuel Lopez Obrador, yang menjalankan sebuah platform anti-korupsi. Lopez Obrador, dua kali runner-up untuk kepresidenan dan tokoh yang memecah belah dalam politik Meksiko selama lebih dari satu dekade, dilihat oleh beberapa analis sebagai favorit Kremlin, mengingat liputan positif yang dia dapatkan dari media yang didanai pemerintah seperti Sputnik dan Rusia hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *