Kabar Internasional – Rusia Klaim Berhasil Tewaskan Komendan Lapangan ISIS

 

Kementerian Pertahanan Rusia telah menyebutkan mereka sudah menewaskan setidaknya dua komandan lapangan ISIS yang bernama Abu Yassin al – Masri dan Abu Omar al – Beljiki. Keduanya tewas setelah adanya serangan udara dari tentara Rusia di dekat Kota Deir al – Zor Suriah pada 6 Juni dan 8 Juni yang lalu.

Sebanyak 180 pejuang ISIS telah dikabarkan tewas. Kemudian terdapat 16 kendaraan militer yang sudah dihancurkan, begitu pula dengan tempat penyimpanan senjata.

Melalui pernyataan yang telah dirilis oleh kantor berita Interfax, sebagaimana yang telah dikutip dari Reuters serta AFP pada Sabtu 17/6/2017 telah menyebutkan bahwasannya serangan yang telah dilancarkan oleh tentara Rusia, dilakukan melalui drone. Berdasarkan pantauan dari drone, telah memergoki persiapan ISIS dan mendobrak pertahanan pasukan Suriah pada kota Deir al – Zor.

Klaim tersebut muncul satu hari sesudah Rusia mengklaim sudah menewaskan pemimpin ISIS yakni Abu Bakr al – Baghdadi pada sebauh serangan udara di bulan Mei yang lalu. Tetapi klaim yang telah dikeluarkan oleh Rusia tersebut, telah diragukan oleh pemerintah Amerika Serikat, pejabat Irak serta sejumlah negara barat yang lainnya.

Terkait serangan yang ada di al – Zor, keraguan pun lagi – lagi muncul. Hisham al – Hashimi selaku salah seorang pakar dari Baghdad yang telah menjadi penasihat oleh sejumlah pemerintahan Timur Tengah atas ISIS, salah satunya skeptic pada klaim tersebut.

Dirinya telah mengatakan apabila Abu Yasin al – Masri merupakan orang yang sama dari Abu al – Haj al – Masri dimana sebelumnya telah disebutkan oleh Rusia sudah tewas pada bulan Mei lalu di dekat Raqqa. Sementara itu, al – Beljiki, ungkap Al – Hashimi diduga tidak ada di Suriah ketika serangan tersebut terjadi.

“Rusia memang tengah meningkatkan rekor pertemuan mereka dalam menghadapi ISIS. Sesudah pihak Amerika telah menwaskan komandan tertinggi dari kelompok tersebut, mulai Abu Ali al – Anbari, Abu Mohammed al – Adnani, Abu Muslim al – Turkmani, serta Abu Omar al  Shishani,” imbuhnya.

“Apabila pengumuman Rusia tersebut terbukti keliru, maka kredibilitas mereka pun akan tercoreng,” jelas Hashimi.

Be Sociable, Share!