Kabar Internasional – Sebar Radikalisme, Prancis Tutup 20 Masjid

 

Sejak bulan Desember 2015 silam sampai Juli 2016 pemerintahan Prancis telah dengan paksa menutup masjid sebanyak 20 masjid. Tempat ibadah bagi kaum muslimin dan muslimat yang ada di Prancis memang ditutup karena dianggap telah menyebarkan pemahaman radikal kepada para kaum Islam disana.

“Tidak ada sebuah tempat bagi para penghasut dan juga penebar kebencian yang ada di masjid-masjid yang ada di Negara ini,” jelas Benard Cazeneuve seorang menteri dalam Negeri seperti yang sudah dilansir oleh beritaAfp, pada hari Selasa, 02/08/2016.

Cazeneuve memang mengklaim ditutupnya masjid ini memang sudah sesuai aturan dari hukun dan juga aturan dari para undang-undang yang berlaku disana. Dia juga menegasi bahwa hak-hak bagi kaum muslimin tidak dibakukan batasan. Sasaran utama dari kebijakan tersebut adalah bangunan masjid dan juga mushola yang diklaim sebagai dilakukannya penyebaran paham radikalisme, serta juga bisa mendorong para jemaah agar bisa mengikuti organisasi terror itu.

“Ada sejumlah 20 masjid yang sudah kami lakukan penutupan, akan ada sebagian masjid lagi yang akan ditutup,” tutur Cazeneuve.

Seorang Dewan Perwakilan untuk para umat muslim yang ada di Prancis juga menyatakan bahwasannya ada banyak sekali masjid yang ada di Negara tersebut yaitu sejumlah 2.500 masjid dan juga mushola yang sudah tersebar. Salah satu dari pendataan DM ada 120 masjid yang memang sudah dicurigai telah mengajarkan salafisme radikal dan menjurus kepada kesesatan dan kekerasan serta juga kebencian yang sangat jauh dari ajaran Islam.

Perdana Menteri Perancis yang bernama Manuel Valls juga berkoordinasi kepada para Dewan Ulama untuk segera menghentikan aliran dana masjid yang akan digunakan sebagai pembangunan masjid dari sumber yang sudah terindikasi radikal. Dari kebijakan tersebut juga disetujui oleh sebagian mayoritas ulama dan juga para anggota dewan muslim.

“Untuk kedepannya akan dilakukan pembangunan masjid dan juga mushola yang baru akan menggunakan dana dari para pelaku industri yang halal,” jelas Anouar Kbibech selaku juru bicara dari Dewan Musilm di Prancis.

Tekanan yang dialami oleh para kaum muslimin pun meningkat, setelah sepanjang 8 bulan terakhir ini sudah terjadi beberapa kali adanya serangan terror yang sudah dilakukan para millitan radikal yang sudah mengatasnamakan Islam. Pada akhir bulan lalu, ada 2 simpatisan ISIS yang menggorok seorang pendeta sampai tewas yaitu di gereja katollik yang ada di Saint Etienne.

Be Sociable, Share!