Kabar Internasional – Sedikitnya 14 Orang Tewas dalam Serangan di Basis Kontra-Terorisme Yaman

Sedikitnya 14 orang tewas dan 40 lainnya cedera. Hal ini terjadi ketika gerilyawan bom bunuh diri dan orang-orang bersenjata mencoba menyerbu markas unit kontra-terorisme di kota pelabuhan selatan Aden, Sabtu (24/2), kata sumber keamanan dan medis.

Negara Islam, dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita Amaq, mengklaim bertanggung jawab atas apa yang mereka sebut sebagai dua operasi “syahid” yang menargetkan kamp di distrik Tawahi di Aden barat daya. Badan tersebut tidak memberikan bukti segera untuk klaim tersebut.

Sumber keamanan mengatakan dua pembom bunuh diri meledakkan dua mobil yang berisi bahan peledak di pintu masuk kamp sementara enam orang bersenjata mencoba menyerbu fasilitas tersebut. Mereka semua dibunuh oleh penjaga dan mayat mereka dibawa ke sebuah rumah sakit militer, seorang sumber medis mengatakan kepada Reuters. Polisi Aden mengatakan dalam sebuah pernyataan di laman Facebook bahwa pasukan keamanan telah menggagalkan serangan besar ke kamp tersebut.

“Semua … teroris langsung dilikuidasi sebelum mereka bisa mencapai gerbang luar markas anti-terorisme,” kata sebuah pernyataan polisi.

Sumber keamanan dan petugas medis mengatakan tiga petugas keamanan, seorang wanita dan dua anak tewas dalam serangan tersebut, sementara 40 lainnya, banyak di antaranya adalah warga sipil, terluka. Serangan tersebut merupakan yang pertama dari jenisnya di Yaman selatan sejak pertempuran senjata meletus pada Januari antara separatis selatan dan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi atas kontrol kota tersebut.

Aden adalah ibukota sementara pemerintah Hadi yang diakui secara internasional, yang sekarang beroperasi dari Arab Saudi. Didukung oleh koalisi Arab yang dipimpin Arab, pemerintahan Hadi telah memerangi gerakan Houthi yang selaras dengan Iran sejak tahun 2015 dalam sebuah perang yang telah mendorong negara tersebut ke ambang kelaparan. Warga menggambarkan dua ledakan besar di daerah yang mengirim awan asap abu-abu sementara ambulans berlari untuk mengevakuasi korban luka.

Dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita Saba yang dikelola negara, Hadi menggambarkan serangan tersebut sebagai “tindakan pengecut yang bertujuan untuk mengguncang keamanan di ibukota sementara. Namun hal itu tidak akan menghalangi orang dari keinginan mereka untuk mencapai keamanan, keselamatan dan kehidupan yang layak. . “

About The Author

Reply