Kabar Internasional – Semenanjung Korea Memanas, Akhirnya China Meminta Bantuan Rusia

China telah meminta bantuan Rusia, guna mendinginkan suasana di semenanjung Korea yang terus memanas. Hal tersebut tidak lepas dari ambisi Pyongyang saat melakukan uji coba nuklir. Wan Yi selaku Menteri Luar Negeri China, telah menghubungi Sergei Levrov selaku Menteri Luar Negeri Rusia serta memperingatkan akan konflik yang mungkin saja akan pecah sewaktu – waktu pada kawasan tersebut.

Kekhawatiran dunia terkait program senjata nuklir dari Korea Utara yang terus meningkat pada beberapa hari terakhir ini. bahkan, untuk terus menekan Kim Jong Un, Amerika Serikat pun mengirimkan kepal perang menuju Laut Pasifik. Dimana yang akhirnya berimbas, Kim Jong Un pun mengancam melakukan respons ‘tanpa ampun’ apabila terus diprovokasi.

Bahkan, suasana pun terus meruncing diantara Amerika Serikat dan Korea Utara, telah membuat China sebagai sekutu dekat dari Korut, menjadi ikut was – was.

Pada panggilan teleponnya kepada Lavrov, Wang Yi telah mengatakan apabila China dan Rusia mempunyai misi yang sama pada Semenanjung Korea, yaitu dengan membawa semua pihak agar kembali pada meja negosiasi.

“China pun bersiap untuk melakukan koordinasi bersama Rusia guna mendinginkan situasi yang ada di Semenanjung Korea serta mendorong  pihak – pihak yang terlibat guna melanjutkan dialog,” ungkap Wang kepada Lavrov, sebagaimana yang mengacu dalam pembicaraan enam pihak terkait program nuklir dari Korea Utara yang telah tertunda. Tiga dari enam pihak yang telah dimaksudkan ialah Amerika Serikat, China dan Rusia.

“Mencegah perang serta kekacauan pada Semenanjung Korea merupakan tujuan bersama,” imbuh Wang sebagaimana yang telah dilasir dari AFP pada Sabtu 15/4/2017.

Beijing memang sudah sejak lama telah menolak dengan tegas atas aksi yang dilakukan oleh Korea Utara. Hal itu karena kekhawatiran akan terjadinya eksodus dari warga Korea Utara menuju China serta semakin mendekatnya para militer Amerika Serikat menuju pintu gerbang dari negara Tirai Bambu iu.

Pada sisi lain, Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat, juga memaksa supaya China bisa membujuk Pyongyang untuk segera meninggalkan program nuklir mereka, atau nanti mereka akan mendapatkan sanksi.

About The Author